Jumat, 11 September 2026

Warga Duafa Jalanan Hingga Petani Korban Banjir Diberi Sedekah Beras dari Tim.Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis SH MH

Medan,Amphibi News— Kepedulian terhadap warga duafa dan masyarakat yang membutuhkan hingga petani korban banjir  kembali ditunjukkan tim jurnalis  Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) binaan H.Ikhwan Lubis SH MH.

Kali ini, Tim Jurnalis KSJ menyambangi kawasan Jalan Pancing /William Iskandar hingga Letda Sujono Tembung , Kota Medan, untuk memberikan sedekah Jumat berupa bahan pangan beras .

Bantuan sedekah Jumat tersebut diberikan masing-masing masing kepada kaum dhuafa, anak sekolah pemelihara bebek yang bebeknya hilang dicuri.

Hingga sedekah Jumat diberikan pada warga duafa yang mengais rezeki di jalanan diantaranya para pemulung, pengemis, janda pekerja jalanan, pembantu tukang cuci hingga  petani sakit struk yang lahan pertaniannya gagal panen dilanda banjir.

Kegiatan sosial tersebut dilakukan dengan menyambangi langsung warga di pinggir jalan. Bantuan beras sebagai kebutuhan pokok diserahkan tim jurnalis KSJ kepada penerima sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Salah seorang penerima bantuan tampak menerima paket sembako yang diberikan oleh tim jurnalis KSJ. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian KSJ terhadap masyarakat kecil yang masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup, termasuk para pencari barang bekas yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.

Pembina KSJ H.Ikhwan Lubis SH MH dalam arahannya  berharap aksi sosial seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan baik di tengah wilayah Kota Medan maupun daerah pinggiran.

“Semoga bantuan sedekah beras ini bermanfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” demikian semangat yang diusung dalam kegiatan sosial tersebut.

KSJ juga mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk bersama-sama membangun kepedulian sosial, sehingga semangat berbagi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.Pesan H.Ikhwan Lubis SH MH yang akrab disapa Bapak Pejuang Duafa tersebut.(Leo/Mdn).

Rabu, 09 September 2026

HEBOH! LIMBAH B3 PESTISIDA DITEMUKAN DI SUNGAI BANDAR SIDORAS. AMPHIBI : "ANCAMAN BAGI MANUSIA, IKAN, DAN 17 HA MANGROVE"*

Deli Serdang, Amphibi News– Tim AMPHIBI kembali menemukan bukti nyata perusakan lingkungan. Sejumlah kemasan bekas pestisida kategori Limbah B3 ditemukan berserakan di bantaran dan badan Sungai Bandar Sidoras, Dusun IV, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Titik temuan: *Lat 3.6966042°, Long 98.765889°*.

Barang bukti yang diamankan: 
1.  Kemasan `SANDPHOS - Aluminium Phosphide 56% w/w` produksi India
2.  Botol `MATADOR 50 EC - Lambda Sihalotrin 50g/L` 
3.  Puluhan kemasan plastik dan aluminium foil bekas pestisida lainnya

Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung (AST) mengatakan "Yang kami temukan bukan sampah biasa. Ini Limbah B3. Aluminium Phosphide sangat berbahaya. Jika terkena air, akan mengeluarkan gas Phosphine yang bisa membunuh manusia dan biota sungai," tegasnya. 

Belum lama ini limbah busa telah mencemari aliran sungai percut, hari ini limbah B3 yang sangat berbahaya dibuang di badan Sungai Bandar Sidoras, air mengalir ke muara sungai Percut. 
Ini sangat berdampak ke area rehabilitasi mangrove 25 Ha binaan AMPHIBI. Dari 25 Ha yang ditanam, saat ini yang hidup hanya 17 Ha atau 68%. "Kami menduga keras pencemaran ini jadi salah satu penyebab gagal tanam," lanjutnya.

AMPHIBI akan melakukan 3 langkah: 
1.  *Mengamankan BB* dan membuat Berita Acara Pengambilan sample Limbah Berbahaya.
2.  *Akan Melapor resmi* ke DLH Kab. Deli Serdang & Gakkum KLHK Wilayah Sumatera
3.  *Menyurat ke Kementan* untuk menelusuri data importir resmi SANDPHOS & MATADOR

AMPHIBI mendesak aparat pemerintah yang terkait segera melakukan olah TKP, uji laboratorium,
dan mengusut jaringan pelaku pembuangan. "Negara tidak boleh kalah dengan mafia Limbah B3. 
Sungai ini urat nadi warga. Mangrove ini benteng abrasi. Harus ada yang bertanggung jawab," pungkasnya.

AST menghimbau kepada Warga setempat tidak menyentuh dan segera melapor ke AMPHIBI Sumut jika menemukan pembuangan Limbah serupa, "tutupnya.
(red-amphibi)

Minggu, 06 September 2026

PD MABMI Kota Medan Gelar Maulid Nabi " Meneladani Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW Dalam Merajut Ukhuwah Islamiyah Masyarakat Melayu"

Medan, Amphibi News - Pimpinan Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PD.MABMI) Kota Medan melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M.

Kegiatan yang mulia penuh makna ini bertemakan " meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam merajut ukhuwah islamiyah masyarakat Melayu" ini dilaksanakan di Foressthree Coffee & Kitchen Marelan Kel Tanah600 Kec.Medan Marelan.pada Minggu (06/09/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Turut berhadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PD.MABMI Kota Medan tersebut masing - masing : ketua PP MABMI Pusat Prof.DR.OK.Saidin,SH M,Hum, Ketua PW.MABMI Sumut, Ketua MABMI Kota Medan Ir.HT.Syahmi Johan Msi, Camat Medan Marelan Zulkifli Pulungan, Anggota DPRD Kota Medan Drs.H.Muslim Harahap, para tokoh masyarakat dan tokoh  pemuda Medan Marelan M.Yusuf S.sos yang juga selaku ketua PAC.Pemuda Pancasila Marelan, Tokoh Budaya Awaluddin alias Awel, pengacara Johan Arifin SH maupun pengurus dan anggota MABMI tingkat kecamatan.

Untuk mendapatkan berkah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ahmad Husein S.Pd,i selaku Qori serta 
Paparan acara disampaikan Ketua Panitia pelaksana Ahmad S.Ag S.Pdi, 

Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua MABMI kota Medan Ir.HT.Syahmi Johan Msi.

Apresiasi dan dukungan dan pesan disampaikan oleh ketua PP MABMI Pusat Prof.DR.OK.Saidin,SH M,Hum.

Kata sambutan juga datang dari anggota DPRD Kota Medan Drs H.Muslim Harahap dan Camat Medan Marelan Zulkifli Pulungan.

Sementara itu, Ketua MABMI Kota Medan Ir.HT.Syahmi Johan Msi berpesan pada pengurus MABMI Kota Medan dalam moment acara Maulid Nabi Muhammad SAW, para ketua dan pengurus MABMI di kecamatan- kecamatan untuk dapat berpartisipasi lagi dalam kegiatan PD.MABMI pada masa yang akan datang.

Baik itu dalam partisipasi lebih banyak lagi mengadakan kegiatan dalam meramaikan kegiatan PD MABMI baik itu kegiatan masyarakat Melayu bersifat keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya.Ujar Ketua MABMI Kota Medan yang didampingi H.Rudi Suntari S,Ag selaku Sekretaris MABMI Kota Medan dan Hj Rohanim,SPd,MM serta Ahmad S,PdI selaku ketua Panitia pelaksana kegiatan.

Acara Maulid juga diisi dengan Tausiyah disampaikan oleh Ustad DR.H.Hasan Matsum M,Ag yang juga selaku Ketua MUI Kota Medan yang banyak mengisahkan kepemimpinan dan  perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah berakhlakul karimah yang baik dalam memperluas ajaran agama Islam.

Adapun susunan Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW Mabmi Kota Medan
A. Penanggung jawab
Ketua: Ir. H. T. Syahmi Johan, M.Si
Anggota :
- Dr. H. Ahmad Darwis, S.Ag, MA
 - Andi Yudistira, S.Pd, M.Pd
- OK. Zulfani Anhar, M.Pd

B. Panitia Pelaksana
Ketua : Ahmad, S.Ag, S.Pd.I
Wakil Ketua : Syahrul Aman
Sekretaris : H. Rudi Suntari, S.Ag, MM
Wakil Sekretaris : Nurlaili, S.Pd
Bendahara : Hj. Rohanim, S.Pd, MM
Wakil Bendahara : Dra. Aidar Uzir, M.Pd

C. Seksi-Seksi
Seksi Perlengkapan
Ketua : Abdus Samad,SE
Anggota :
1. Syarifuddin, S.Pd.I, MA
    2.  Azharuddin, SP, MM, IALI
    3. Ahmad Husin, S.Pd
4. Ilham Maulana, S.Pd
 
Seksi Acara
Ketua.  : Datok Afifuddin Ali Akbar
Anggota :
 1.Yoffi Andinata
 2.Sabilal M.Pd
 3. Titis Rahayu, M.Pd
4.  Juriah, S.Pd
 
Seksi Konsumsi
Ketua :Rugaiyah Ms Miraza
Anggota: 
1. Raudah, SE, MM
   2. Srilia hartati. M.Pdi
   3. fatimah, S.Pd
   4. Runjanah
   5. Adek           
          
Seksi  Tamu
Ketua  Hj. Rohanim S.Pd, M.M
Anggota : 
1.  Dra. Khaidar Uzir M.Pd
2.  Rozali, M.Pd
3.  Drs. H. Syaparuddin, M.Pd 
4.  Nurlaili, S.Pd      
       
Seksi Humas
Ketua : Imam Lukman Hakim
 Anggota : 
 1. Supran
 2. Muhammad Ilyas
 3. Mahyaruddin, S.Pd
           
Seksi Dokumentasi
Ketua : Khairul Imam
Anggota :
1. M. Ali Akbar
2. Ilyas, S.Pd.(Leo/Amphibi).

Jumat, 04 September 2026

Tim Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis Kembali Bantu Warga Duafa Pekerja Jalanan di Tengah Kota Medan

Medan, Amphibi News – Setiap Jumat Tim jurnalis Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) binaan H.Ikhwan Lubis SH MH kembali bergiat sedekah kepada para warga duafa, janda dan anak yatim.

Pada Jumat (04/09/2026) kali ini tim jurnalis KSJ mencari kaum duafa diantara para janda yang hidup di jalanan seperti tukang becak dayung, para pemulung, penjahit sepatu maupun para ibu - ibu dan anak  yang mengais rezeki di tengah jalanan bekerja dalam menyambung hidup.

Semula tim jurnalis KSJ menemui Pak Yulistyo ( 69 tahun) sebagai penjahit sepatu yang kerap mangkal di kawasan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli.

Disini Kakek penjahit sepatu ini diberikan sedekah beras oleh tim Jurnalis melalui tangan Boim.

Selanjutnya pemberian sedekah Jumat secara road action di jalanan berlanjut kepada para pemulung bersepeda dan pemulung pejalan kaki di kawasan Jalan KL.Yos Sudarso Glugur Medan.

Tampak wajah cerah dan gembira tergambar diraut wajah pak Marullah, Janto Harianja, Buyung, Madun Siregar sebagainpenarik becak dayung yang kerap mangkal di kawasan simpang jalan Karantina dan Pulau Brayan Kota Medan.

Pembagian sedekah beras kepada pekerja duafa tukang becak  dilaksanakan melalui tim jurnalis Gus Leo, Abdullah, dan Boim.

” Alhamdulillah Terimakasih ya.. Pak, semoga keluarga pak Pembina KSJ H.Ikhwan Lubis senantiasa ditambahkan rezekinya dan selalu dalam lindungan Allah SWT" , ungkap Pak Buyung penarik becak dayung saat menerima sedekah beras dari KSJ yang kala itu ia mengaku hingga siang ini belum ada mendapatkan penumpang becak dayungnya ditengah banyaknya persaingan becak mesin.

Selanjutnya tim jurnalis KSJ juga mendatangi seorang ibu dan anaknya yang sedang menjual balon di jalan Krakatau Medan.

Ibu dan anak penjual balon ini pun tak mampu menyembunyikan kegembiraannya langsung menjunjung dan mencium karung beras saat menerima beras sedekat Jumat dari pembina KSJ H.IkhwannLubis SH MH apalagi ditengah belum ada lakunya balon yang dijualnya tersebut.

Penyaluran sedekah Jumat berupa beras kemudian berlanjut kepada Pak Iskandar Syam seorang pemulung barang bekas bersepeda di kawasan jalan Brayan Kota Medan.

Rasa syukur dan terimakasih diungkapkan pak Iskandar Syam kepada pejuang duafa dan pembina KSJ bapak H.Ikhwan LubismSH MH yang selalu peduli pada warga duafa dan anak yatim.

Pak Iskandar Syam mengaku selama ini belum ada menerima bantuan apapun dari Pemerintah baik itu PKH maupun program bantuan lainnya.

" Baru bantuan beras dari KSJ inilah yang saya terima, kalo bantuan dari Pemerintah saya belum ada menerima padahal kemarin ada bantuan 3 goni beras bagi warga miskin di kota Medan", keluh Pak Iskandari sembari memeluk senang bantuan beras dari KSJ tersebut.

Sebagaimana diketahui tim Jurnalis KSJ yang dibina H.Ikhwan Lubis SH MH kembali eksis melaksanakan kegiatan sedekah Jumat.

Tim jurnalis Komunitas Sedekah Jumat ( KSJ ) binaan H.Ikhwan Lubis SH,MH menilai warga para janda dan anak yatim serta para duafa lansia yang masih bekerja di jalanan maupun para warga duafa tersebut harus diperhatikan dan layak dibantu dimana kondisi kehidupan mereka pastinya akan menempuh jalan sulit dalam perekonomian keluarga demi menyambung hidup.

Dalam kegiatan rutinya KSJ binaan H. Ikhwan Lubis SH .MH yang di koordinatori Boim dan para relawan para jurnalis Medan bergerak menyasar di 2 kawasan di tengah kota kawasan jalan KL.Yos Sudarso Glugur Medan, Pulo Brayan, Jalan Krakatau Medan dan Jalan Mabar Kec.Medan Deli guna membantu meringankan beban kehidupan dialami para pekerja jalanan diantara pemulung, tukang becak dayung, tukang sol sepatu, dan penjual balon yang mengkais rezeki di jalanan.

Dalam arahannya, Pendiri pembina KSJ H.Ikhwan Lubis SH.MH terus berpesan agar terus menyuarakan semangat , KSJ Harus bisa menjadi amanah untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan bukan sekedar organisasi sosial namun mata untuk semua fakir miskin terutama untuk anak anak yatim.

“Kita harus komitmen walau saat ini tanpa adanya Donasi kita harus siap menjalankanya tanpa pernah berhenti”,tutup H.Ikhwan Lubis akrab disapa pejuang duafa yang tetap Istiqomah bersedekah tersebut. (Leo).

Selasa, 01 September 2026

Sinergi Jaga Ekosistem, Bupati dan Forkopimda Asahan Buka Festival Sungai Asahan dengan Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan*

ASAHAN, Amphibi News – *Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin*, bersama jajaran *Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Asahan* resmi membuka *Festival Sungai Asahan Season 1* pada *Sabtu (29/08/2026)*. 

Pembukaan yang dipusatkan di *Dusun I, Desa Pulau Rakyat Pekan, Kecamatan Pulau Rakyat* ini ditandai dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

*Aksi Penghijauan dan Tebar Benih*
Sebagai wujud komitmen menjaga ekosistem perairan, rangkaian pembukaan diawali dengan *penanaman bibit pohon* di sepanjang bantaran Sungai Asahan. 

Aksi penghijauan ini merupakan hasil kolaborasi *Pemerintah Kecamatan Pulau Rakyat, Kecamatan Aek Kuasan, Lembaga Lingkungan Hidup AMPHIBI Asahan (selaku penyedia bibit pohon), Komunitas Bumi Hijau Asahan*, bersama para konten kreator seperti *Pulau Raja Project, Roma Channel, Koplak Reborn*, dan kreator lainnya. 

Berbagai jenis bibit pohon yang disiapkan AMPHIBI seperti *durian, mahoni, dan ketapang* ditanam untuk menjaga keasrian sungai serta mencegah abrasi di sepanjang aliran.

Tidak hanya di darat, pelestarian ekosistem air juga menjadi fokus. *Bupati Asahan bersama Forkopimda dan peserta melakukan pelepasan ribuan benih ikan* ke aliran sungai. 

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari *PT Inalum (Indonesia Asahan Aluminium)* yang menyediakan benih ikan *jurung dan nila*. Sejumlah perusahaan lain juga turut mendukung, di antaranya *PT Socfindo, PTPN IV Pulau Raja, PT Lonsum*, dan beberapa perusahaan di sekitar Sungai Asahan.

*Sungai Asahan Aset Vital Daerah*
Dalam sambutannya, *Bupati Taufik Zainal Abidin* menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas lingkungan dan pihak perusahaan yang telah bersinergi.

Beliau menegaskan bahwa *Sungai Asahan yang berhulu langsung dari Danau Toba* memiliki fungsi vital, baik sebagai penopang kehidupan ekonomi masyarakat maupun sebagai sumber energi strategis.

_“Aksi pelestarian ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial. Mari kita jadikan momentum untuk menumbuhkan kesadaran jangka panjang agar masyarakat terus menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Asahan,”_ ujar Bupati.

*Lanjutkan dengan Bazar UMKM dan Lomba Rakyat*
Setelah prosesi penanaman pohon dan pelepasan benih ikan, kegiatan dilanjutkan dengan *peninjauan stan bazar UMKM* dan pembukaan berbagai *kompetisi rakyat* yang menjadi bagian dari Festival Sungai Asahan 

Festival ini diharapkan menjadi wadah sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas dalam menjaga kelestarian Sungai Asahan untuk generasi mendatang.
(Leo-amphibi).

Minggu, 30 Agustus 2026

Petani Sayur Di Percutseituan Alami Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, KTHN AMPHIBI Desak Pemerintah Penyaluran Pupuk Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Deli Serdang, Amphibi News - Ditengah musim penghujan saat ini kalangan petani tak hanya dihadapkan dengan permasalahan banjir yang merendam sejumlah tanaman hingga mengancam gagal panen.

Namun saat ini kalangan petani diantaranya petani sayur mayur di kawasan lahan Pasar 13 Desa Bandar Khalipah Kec Percut Seituan Kab.Deli Serdang hingga kini masih belum menikmati pasokan pupuk bersubsidi yang harganya sangat terjangkau bagi kalangan petani.

Sebagaimana yang diakui Pak Misnan, seorang petani sayur mayur saat ditemui awak media ini, Senin (31/08/2026) di lokasi lahan penanaman sayur mayure membenarkan kalau saat ini kalangan petani banyak yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

" Paling tidak kalau ada dapat bantuan pupuk bersubsidi maka sangat membantu nasib petani disini, akantetapi kalangan petani disini nasibnya dibayangi ancaman gagal panen apalagi musim penghujan saat ini", keluh Pak Misnan disela-sela sela dirinya dan petani lainnya memetik sayur kangkung yang telah sebulan ditanaminya tersebut.

Menyingkapi adanya keluhan para petani sayur mayur yang mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut, A.Sayuti selaku Ketua Kelompok Tani Hutan dan Nelayan (KTHN AMPHIBI) wakili petani lainnya berharap pada Pemerintah untuk dapat membantu nasib petani yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

" Padahal tanpa Petani kita tak bisa memenuhi kebutuhan kesehariannya, petani itu adalah orang sabar meski panennya terkadang menunggu berbulan-bulan bulan lamanya, paling tidak kalaupun ada pupuk bersubsidi penyaluran pupuk bersubsidi bagi petani harus benar-benar sampai ketangan petani agar petani kita terbantu", harap ketua KTHN AMPHIBI mengakhiri.(Leo/Amphibi).

Pembina AMPHIBI Batu Bara Dr. H. Elfi Haris: Jaga Lingkungan dan Lestarikan Budaya Leluhur

BATU BARA, AMPHIBI.WEB.ID – Pembina AMPHIBI Kabupaten Batu Bara, *Dr. H. Elfi Haris, SH., http://M.Hum*, mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya. 

Ajakan tersebut disampaikan dalam *Kuliah Umum Peringatan HUT AMPHIBI ke-10* di *Pantai Sejarah, Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Jumat (29/08/2026).*
*Jaga Hutan dan Mangrove sebagai Investasi Ekonomi*
Dalam pemaparannya, Dr. H. Elfi Haris menegaskan bahwa hutan tidak harus ditebang untuk menghasilkan nilai ekonomi. Menjaga kelestarian hutan justru dapat memberi manfaat berkelanjutan, salah satunya melalui skema *jasa lingkungan* dan potensi *perdagangan karbon*.

_“Pihak yang menghasilkan emisi karbon bisa melakukan kompensasi. Menjaga hutan, mangrove, dan ekosistem lainnya harus kita pandang sebagai investasi masa depan,”_ tegasnya.
Ia juga menyoroti persoalan *abrasi pantai* yang telah menyebabkan hilangnya daratan di wilayah pesisir Batu Bara.

_“Banyak daratan telah hilang akibat abrasi. Ini harus menjadi perhatian serius kepala daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai kita abai terhadap kerusakan lingkungan,”_ ujarnya.

*Lestarikan Budaya Melayu*
Selain isu lingkungan, kegiatan diisi dengan senandung dan tarian khas Melayu. Dr. H. Elfi Haris mengingatkan pentingnya melestarikan budaya leluhur.

_“Kita harus menjaga budaya leluhur agar tidak punah. Generasi muda wajib mengenal dan melestarikannya,”_ katanya.

*Kolaborasi Kunci Penyelesaian Masalah Lingkungan*
*Ketua AMPHIBI Kabupaten Batu Bara, Aidil Syukri, ST*, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor.

_“Sungai tidak mengenal batas administrasi. Angin tidak mengenal batas wilayah. Laut tidak mengenal batas desa. Pencemaran juga tidak mengenal batas organisasi. Karena itu kita butuh kolaborasi,”_ ujarnya.
Turut hadir *Kepala Desa Perupuk Syarkawi, Kepala Desa Gambus Laut, Anggota DPRD Batu Bara Suriadi, SH* selaku Penasihat AMPHIBI Batu Bara, dan *Ucu Mukhsin* Anggota DPRD Batu Bara 2 periode selaku Pembina AMPHIBI Batu Bara.
Hadir juga *Miswarindra* dari Humas *PT. KINRA* yang mengajak AMPHIBI Batu Bara membangun kerja sama, dengan tetap mengikuti mekanisme dan persyaratan yang berlaku.

Acara juga dihadiri berbagai ormas, tokoh masyarakat, dan aktivis lingkungan.

*Aksi Penanaman Mangrove*
Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan *penanaman mangrove* di kawasan Pantai Sejarah Desa Perupuk. Aksi ini menjadi simbol komitmen bersama menjaga pesisir dari abrasi dan melestarikan ekosistem mangrove.
(red-amphibi)

Kamis, 27 Agustus 2026

Peringati 10 Tahun, AMPHIBI Gelar Maulid Nabi, Aksi Tanam Pohon, Tebar Bibit Ikan, dan Terima Program Community Development Ternak Bebek dari PT Musim Mas

DELI SERDANG, AMPHIBI.WEB.ID – Lembaga Lingkungan Hidup *AMPHIBI* (Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia) merayakan Hari Ulang Tahun ke-10 dengan rangkaian kegiatan sosial, keagamaan, dan lingkungan. Puncak acara digelar di *Taman Edukasi AMPHIBI Sumut, Desa Bandar Klippa, Kec. Percut Seituan, Selasa (25/08/2026).*

Kegiatan diawali dengan *Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW* yang diisi tausiyah oleh *Ustadz Suriani*. Dilanjutkan dengan *aksi penanaman pohon buah produktif* dan *penebaran bibit ikan lele* ke kolam edukasi. 

Pada momen tersebut, AMPHIBI juga menerima bantuan *Program Community Development* dari *PT Musim Mas* berupa *ternak bebek pedaging dan petelur* untuk kelompok masyarakat binaan.

Rangkaian HUT ke-10 juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan untuk masyarakat mulai dari kategori lansia, pemuda, hingga anak-anak. Acara ditutup dengan *pembagian minyak goreng* dari PT Musim Mas kepada warga sekitar, pengurus, dan anggota AMPHIBI.

*Sebulan Penuh Aksi di Berbagai Daerah*
Sepanjang Agustus 2026, AMPHIBI melaksanakan kegiatan di berbagai wilayah, antara lain:
1.  *Penyulaman dan peninjauan tanaman mangrove* di Muara Pantai Percut bersama Mahasiswa UGM
2.  *Edukasi sampah dan penanaman pohon* di Kab. Asahan
3.  *Penanaman pohon* di Tanah Datar, Sumatera Barat
4.  *Pembagian sembako minyak goreng dan bersih-bersih lingkungan* di Ciliwung Pejaten, Jakarta Selatan
5.  *Penanaman mangrove* di Kab. Batu Bara
6.  *Penanaman pohon dan advokasi pencemaran lingkungan* di Kab. Pati, Jawa Tengah
7.  *Aksi peduli pencemaran sungai dan sampah* di Sidoarjo, Jawa Timur
8.  *Berbagai aksi di wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara*

Di Taman Edukasi AMPHIBI, ditanam berbagai pohon buah produktif seperti *durian, kelengkeng, manggis, rambutan, jambu air madu, sirsak, nangka, dan kelapa.*

 *Pemotongan Tumpeng Tandai Puncak HUT*
Puncak acara ditandai dengan *pemotongan nasi tumpeng secara serentak* yang dipimpin langsung *Ketua Umum AMPHIBI, Agus Salim Tanjung,SO,SI, CH* bersama istri *Budy Rahayu*. diikuti oleh masing masing ketua Amphibi se Sumatera Utara.
Tumpeng selanjutnya diberikan kepada Tokoh, instansi,dunia usaha dan jajaran pengurus AMPHIBI se-Sumatera Utara.

Hadir dalam kegiatan tersebut: 
- *Pengurus*: Ketua AMPHIBI Sumut Tengku M. Fahri, ST., MT, Ketua AMPHIBI Kota Medan Ilham Junaidi, Ketua AMPHIBI Deli Serdang Alif Roma Siboro, Ketua KTHN AMPHIBI Percut A. Sayuti, Ketua KSM AMPHIBI Maimoon Tengku Fauzira, Ketua AMPHIBI Batu Bara Aidil Sukri, Ketua AMPHIBI Asahan Hasbi, SE, Ketua AMPHIBI Simalungun Amaluddin Lubis, serta Tim Media AMPHIBI Gus Leo dan Dian Syaputra.
- *Pemerintah & Keamanan*: Perwakilan Dinas LH Deli Serdang Ricky Arfandi, Polsek dan Koramil Percut Sei Tuan, Lapas Pancur Batu.
- *Dunia Usaha*: Humas PT Musim Mas, PT.Indodaya Cpta Karya, PT Sosro, PT Aqua, PT Veronica Tannaga, PT. Hazmad Techno Ind, PT.Es Hupindo
- *Pendidikan*: SD-SMP PAB Bandar Klippa, MTs Percut, dan Al Azhar.
- *Tokoh*: Tokoh Budaya Mas Pram, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat.

 *Komitmen 10 Tahun untuk Bumi Lestari*
Selama 10 tahun, AMPHIBI telah banyak menerima penghargaan, termasuk *Rekor MURI* atas kegiatan penanaman mangrove dan pohon produktif. Berbagai ucapan selamat dan karangan bunga dari tokoh masyarakat dan pejabat pemerintah berjejer di sepanjang Jalan Pusaka Pasar 13.

Dalam sambutannya, *Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung* menyampaikan apresiasi.  
_"Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan AMPHIBI dan Pemerintah atas dukungan selama 10 tahun ini. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus memajukan AMPHIBI. Kepada pengurus di provinsi dan kabupaten/kota, tetap semangat dan jangan kendor. Mari kita terus berkolaborasi dengan Pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar AMPHIBI tetap jaya,"_ tegasnya,

Senada, perwakilan *PT Musim Mas* Alex Chen menyampaikan dukungan.  
_"Kami mengapresiasi dedikasi AMPHIBI selama 10 tahun dalam menjaga lingkungan. Melalui program Community Development ini, kami berharap bantuan ternak bebek dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha dan komunitas lingkungan. Selamat HUT ke-10 AMPHIBI, teruslah hadirkan solusi untuk bumi,"_ ujarnya.

Acara ditutup dengan yel-yel *"AMPHIBI Hadirkan Solusi! Yes!"*

Selasa, 25 Agustus 2026

Selamat & Sukses HUT AMPHIBI Ke 10 Peringati Maulid Nabi Muhammad, Aksi Tanam Pohon dan Tinjau Kandang Ternak Bebek

Deli Serdang, Amphibi News – Dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Lembaga Lingkungan Hidup AMPHIBI (Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia ) ke 10  dilaksanakan kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad dengan Tausiyah dibawakan oleh Ustadz Suriani, dirangkai aksi penanaman pohon buah produktif dan penaburan benih bibit lele ke kolam sekaligus dilaksanakan peninjauan kandang ternak bebek pedaging dan petelur di lokasi Taman Edukasi AMPHIBI , Selasa (25/08/2026).

Harlah AMPHIBI Ke 10 ini juga dimaknai dengan pembagian minyak goreng (Migor) bagi masyarakat sekitar maupun kepada para pengurus dan anggota AMPHIBI.

Sebulan sebelum dilaksanakannya HUT AMPHIBI ke 10 dilaksanakan  rangkaian kegiatan sosial telah dilaksanakan AMPHIBI diantaranya melaksanakan kegiatan Peninjauan tanaman Mangrove di Muara Pantai Percut bersama Mahasiswa UGM.

Tak kalah bermakna nya lagi, kegiatan juga Diisi dengan kegiatan aksi penanaman bibit pohon buah yakni pohon durian, kelengkeng, manggis, rambutan, jambu air madu, sirsak, nangka maupun pohon buah produktif lainnya di lahan Taman Edukasi Amphibi.

Puncak kegiatan HUT AMPHIBI ke 10 tahun ini ditandai dengan kegiatan pemotongan nasi tumpeng dipimpin langsung Ketum Amphibi Agus Salim Tanjung So, Si Ch bersama istri tercinta Bu Ayu serta rekan dan pengurus setia Amphibi lainnya.

Turut hadir instansi terkait diantaranya mewakili Kadis DLH Pemkab Deli Serdang 
Ricky Arfandi selaku Kabid pengendalian dan pencemaran lingkungan hidup

Mewakili Polsek Tembung, Imapas Pancur Batu, Humas PT.Musi Mas, Babinsa Koramil Tembung.

Hadir juga dari sejumlah tokoh masyarakat serta Mas Bram selaku tokoh Budaya, pengurus AMPHIBI Sumut diketuai Tengku M.Fahri ST MT, beserta para pengurus lainnya Faisal, Jufrial Agusti, SE,  hadir juga Ketua AMPHIBI kota Medan Ilham Junaidi beserta pengurusnya Bu Erlina, Ketua AMPHIBI Deli Serdang Alif Roma Siboro, ketua KTHN Amphibi Percut, Ahmad Sayuti, dan tak ketinggalan Tim media Amphibi yang dikoordinir Gus Leo dan Dian Syaputra serta rekan pers lainnya.

Lembaga lingkungan hidup Amphibi yang telah banyak mengadakan kegiatan dan aksi positif demi pelestarian lingkungan hidup diantaranya penanaman Mangrove dan penanaman pohon produktif ini sudah banyak menerima penghargaan hingga Rekor Muri ini juga banyak mengalir ucapan selamat hari ulang tahun Amphibi yang ke 10 tahun dari berbagai kalangan tokoh masyarakat maupun pejabat pemerintahan.

Senada dengan itu, ucapan Selamat HUT AMPHIBI ke 10 tampak sejumlah karangan bunga berjejer di pinggir jalan Pusaka Pasar 13 Desa  Bandar Khalipa Kec.Percut Seituan dengan Tulisan semoga tetap sukses dan jaya .

Dalam sambutannya, Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So, Si, Ch sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan AMPHIBI atas partisipasi serta Pemerintah yang mengucapkan hari ulang tahun Amphibi yang ke 10 yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad ini, kami semua mengucapkan Terimakasih, tentunya apa yang disampaikan kepada kami membuat semangat baru bersama untuk kami dalam memajukan Amphibi ini.

Nah, tentunya dengan HUT Ke 10 tahun Amphibi ini saya selaku Ketua umum pada kawan- kawan yang di provinsi, kabupaten kota untuk tetap semangat jangan kendor yang mana usia 10 tahun sudah cukup panjang untuk mempertahankan AMPHIBI, dari tahun ke tahun dalam menjalankan program- programnya hingga terobosan- terobosan yang dilakukan.

Tentunya, dengan bertambahnya usia lembaga lingkungan hidup Amphibi ini bisa terus berkolaborasi dengan Pemerintah dan masyarakat serta pelaku usaha juga sesama rekan dan pengurus AMPHIBI agar tetap kompak semoga jaya selalu Amphibi, ucap Presiden AMPHIBI sembari meneriakkan yel-yel yel Amphibi hadirkan solusi yes yes yes.(Leo/Amphibi).

Pembina KSJ H.Ikhwan Lubis SH MH Bantu Bangun Kembali Rumah Pak Usuf Ambruk Warga Korban Puting Beliung

Batubara,Amphibi News — Rumah ambruk diterpa angin putingbeliung yang dialami Pak Usuf (76 Thn ) di Desa Guntung, Kabupaten Batubara, 

Akhirnya mendapatkan bantuan kepedulian dari Pembina Komunitas Sedekah Jumat (KSJ) H.Ikhwan Lubis SH MH pada Selasa (25/8/2026).

Pembina Komunitas Sedekah Jumat (KSJ), Kombes Pol (Purn) H. Ikhwan Lubis, S.H., meletakkan batu pertama pembangunan rumah Pak Usuf yang Lansia tersebut.

Rumah tersebut milik Usup (76), warga setempat yang rumahnya rusak parah setelah diterjang angin puting beliung. Usup diketahui tinggal seorang diri dan sehari-hari memelihara beberapa ekor kambing.

Informasi mengenai kondisi Usup disampaikan Khairul Nizam, warga yang mengetahui kondisi korban. Mendapat informasi itu, Ikhwan Lubis SH MH bersama tim KSJ kemudian mendatangi lokasi untuk melihat langsung kondisi rumah.

Setelah melihat kondisi korban, KSJ memutuskan membantu membangun kembali rumah Usup agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Pembangunan rumah tersebut dilakukan melalui dukungan dan donasi dari para sahabat Pembina Utama KSJ.

Ikhwan Lubis mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian dari semangat KSJ untuk terus hadir membantu warga, terutama mereka yang tertimpa musibah.

Ia berharap pembangunan rumah tersebut dapat meringankan beban Usup sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman setelah tempat tinggalnya rusak akibat bencana.

Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal pembangunan kembali rumah Usup sekaligus bentuk kepedulian sosial KSJ bersama para donatur kepada warga yang membutuhkan di Kabupaten Batubara.(Leo/Amphibi).

Minggu, 23 Agustus 2026

Diduga Tercemar Limbah B3 dari PT JS dan BI Alur Sungai di Desa Pematang Johar Terbakar Hebat

Deli Serdang, Amphibi News - Warga sekitar aliran sungai di Pematang Johar sempat  mendadak dihebohkan dengan kejadian kebakaran hebat.
.
Kejadian yang sudah berulang kali terjadi di alur sungai tersebut di sekitar Dusun 15, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Senin (24/8/2026).

Warga menduga, kebakaran yang terjadi Jumat kemarin berkaitan dengan aliran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang mengalir melalui parit.

Dugaan itu mencuat setelah warga bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang, pihak Kecamatan Labuhan Deli, dan Pemerintah Desa Pematang Johar menelusuri aliran limbah di sekitar permukiman.

Dalam penelusuran, tim disebut menemukan alur yang diduga menjadi jalur pembuangan limbah menuju sungai tersebut.

Warga menduga aliran itu berasal dari kawasan aktivitas perusahaan, termasuk PT.JS dan PT BI.

Menurut keterangan warga, limbah yang mengalir berwarna hitam kecoklatan diduga mengandung BBM.

Alirannya masuk ke sungai kecil yang berada di sekitar pemukiman warga dan kemudian bermuara ke Sungai Kera atau dikenal dengan sungai parbus (Parit busuk).

Warga menduga pembuangan dilakukan melalui pipa. Namun, dugaan mengenai sumber dan pihak yang bertanggung jawab atas aliran limbah, masih memerlukan pembuktian dan pemeriksaan resmi dari instansi berwenang.

Persoalan itu menjadi sorotan karena kebakaran di kawasan Dusun 15 disebut bukan kali pertama terjadi. 

Menurut warga, peristiwa serupa telah beberapa kali muncul, terutama di area yang terdapat aliran limbah dan material yang mudah terbakar.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, bukan hanya karena ancaman kebakaran, tetapi juga potensi dampak pencemaran terhadap lingkungan dan aliran air yang digunakan masyarakat.

Penelusuran oleh DLH bersama unsur kecamatan, desa, dan warga menjadi langkah penting untuk memastikan asal limbah, karakteristik zat yang dibuang, serta apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan limbah B3.

Jika dugaan pembuangan limbah B3 terbukti, aparat dan pemerintah daerah perlu memastikan pertanggungjawaban pihak yang terlibat sekaligus memulihkan lingkungan yang terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keterlibatan PT JS dan PT BI dalam pembuangan limbah itu masih berupa dugaan berdasarkan informasi warga. 

Kepastian mengenai sumber limbah dan penyebab kebakaran membutuhkan hasil pemeriksaan lapangan, pengujian sampel, serta penjelasan resmi dari perusahaan dan instansi terkait.(Leo/Amphibi).

Heboh ...Kapal Pukat Teri Meledak dan Terbakar, Begini Nasib Awak Kapalnya !!!

Belawan, Amphibi News -  Naas dialami kapal penangkap ikan jeni pukat teri bernama KM Cendrawasih Laut mendadak terbakar yang sebelumnya sempat terdengar suara ledakan keras.

Saat itu kapal  sandar di Gudang Sumber Utama (SU) di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan, Minggu (23/8/2026) sore.

Info sementara dugaan kapal terbakar akibat dari meledak blower yang berada di dalam kamar mesin. Dimana saat itu sedang kegiatan bongkar mesin, yang kemudian memicu api dan menjalar keseluruhan ruangan yang berada di dalam kamar mesin, serta kebangunan kapal. 

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui secara pasti apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 


 Kebakaran terjadi ketika KM Cendrawasih Laut sedang sandar di gudang Sumber Utama (SU) di kawasan PPS Belawan dan perbaikan mesin. Disaat melakukan perbaikan mesin,  tiba-tiba blower yang berada di  dalam kamar mesin meledak. 

Banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar, sehingga dengan mudah api membesar dan menjalar ke badan kapal.

Api cepat menjalari dalam ruang mesin apalagi ada banyak oli, bahan bakar minyak ( BBM). Sehingga api dengan cepat membakar semua bagian mesin dan bangunan kapal ikan yang terbuat dari kayu, begitu kata  sumber di Pelabuhan Perikanan Belawan.( Gs/ Blw).

CitraLand Bangun Fasilitas SD Negeri 106810 Sampali Bukti Mendukung Pendidikan di Deli Serdang

Jumat, 21 Agustus 2026

Para Janda dan Anak Yatim Pemulung Terharu dan Sangat Senang Menerima Sembako Beras dari Tim Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis di kawasan Medan Deli dan Marelan

Medan, Amphibi News – Meski panas terik bercambur debu jalanan tak membuat semangat tim jurnalis konitas sedekah Jumat (KSJ) binaan H.Ikhwan Lubis SH MH untuk mencari kaum duafa diantara para janda yang hidup di jalanan sebagai pemulung maupun para anak yatim yang masih bertempur mencari sesuap nasi dalam menyambung hidup.

Kali ini tim jurnalis KSJ menemui janda pemulung yang hidup diemperan toko, dianya Bu Asih berumur 67 tahun yang ditemui di dekat halaman SPBU jalan Platina Titipapan.

Wajah cerah dan gembira tergambar diraut wajah Bu Asih tatkala tim jurnalis KSJ melalui Pak Boim memberikan sembako beras kepada Bu Asih yang sedang duduk diantara tumpukan barang  bekas dalam goni yang telah terkumpul.

" Terimakasih ya.. Pak, ternyata masih ada orang seperti KSJ ini yang peduli sama saya seorang janda anak 3 ini, " cetus Bu Asih yang terlihat agak kumal karena mungkin ia rela hidup di jalanan ketimbang hidup bersama anaknya tersebut.

Selanjutnya tim jurnalis KSJ  juga mendatangi seorang ibu dan anaknya yang sedang memikul karung goni berisi barang bekas botol maupun plastik bekas saat menelusuri jalan Platina Titipapan Kecamatan Medan Deli.

Bu Irma bersama anaknya merasa sangat senang saat menerima sembako beras yang diberikan tim jurnalis KSJ melalui Pak Abdul.

Penyaluran sedekah Jumat berupa beras kemudian berlanjut ke lokasi di depan Irian Market ke Lurahan Tanah600 Marelan.

Disana ternyata tim jurnalis KSJ sepertinya sudah disambut sejumlah janda dan anak yatim yang berprofesi sebagai pemulung.

Penyaluran sedekah Jumat sembako beras diberikan tim Jurnalis KSJ melalui tangan Pak Gusleo, Pak Abdul dan Pak Boim kepada anak yatim dan para janda dan duafa pemulung di lokasi tersebut.

Sebagaimana diketahui tim Jurnalis KSJ yang dibina H.Ikhwan Lubis SH MH kembali eksis melaksanakan kegiatan sedekah Jumat (21/08/2026).

Tim jurnalis Komunitas Sedekah Jumat ( KSJ ) binaan H.Ikhwan Lubis SH,MH menilai warga para janda dan anak yatim serta para  duafa lansia yang masih bekerja di jalanan maupun para warga duafa tersebut harus diperhatikan dan layak dibantu dimana kondisi kehidupan mereka pastinya akan menempuh jalan sulit dalam perekonomian keluarga demi menyambung hidup.

Dalam kegiatan rutinya KSJ binaan H. Ikhwan Lubis SH .MH yang di koordinatori Boim dan para relawan para jurnalis Medan bergerak menyasar di 2 kawasan di tengah kota kawasan jalan Platina Raya Kel.Titipapan Kec.Medan Deli  hingga ke kawasan Tanah 600 Kec.Medan Marelan guna membantu meringankan beban kehidupan dialami para janda dan anak yatim serta warga duafa Lansia yang masih mengkais rezeki jalanan.

Dalam arahannya, Pendiri pembina KSJ H.Ikhwan Lubis SH.MH terus berpesan agar terus menyuarakan semangat , KSJ Harus bisa menjadi amanah untuk orang-orang yang benar benar membutuhkan bukan sekedar organisasi sosial namun mata untuk semua fakir miskin terutama untuk anak anak yatim.

“Kita harus komitmen walau saat ini tanpa adanya Donasi kita harus siap menjalankanya tanpa pernah berhenti”,tutup H.Ikhwan Lubis akrab disapa pejuang duafa yang tetap Istiqomah bersedekah tersebut. (Leo/Mdn).

Rabu, 19 Agustus 2026

Polri Dukung Swasembada Pangan, Polresta Deli Serdang turut laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak Di 17 Provinsi

Deli Serdang, Amphibi News - Dalam rangka mendukung program pemerintah swasembada pangan nasional tahun 2026, Polresta Deli Serdang ikut melaksanakan kegiatan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi Indonesia tahun 2026. Rabu (19/8/2026) pagi.

Kegiatan penanaman jagung serentak, untuk Polresta Deli Serdang dilaksanakan di Desa Kuta Bayu Kec. Gunung Meriah Kab. Deli Serdang.

Dalam kegiatan di penanam bawang putih serentak ini tampak hadir Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, PJU Polresta Deli Serdang, Kepala Dinas Pertanian Kab. Deli Serdang Eli nawari nasution. Sp. MM., Danramil gunung Meriah Kapten Kav. Sudirno, Camat Gunung Meriah Andri Yosi Ginting. SIP. Map, Kepala Desa Jajaran Kecamatan Gunung Meriah, Kapolsek Gunung Meriah AKP JM. Siregar, Kelompok Tani Sauhur I Desa Kuta Bayu Kec.Gunung Meriah dan tamu Undangan.



Kapolresta Deli Serdang menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang cita citakan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.


“Kegiatan penanaman bawang putih serentak ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2026,” ujar Kapolresta


Diharapkan pemanfaatan lahan produktif ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional sesuai dengan intruksi Bapak Presiden RI.


"Dengan semangat adanya kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah, Polri, kelompok tani dan masyarakat kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak Tahun 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada bawang putih nasional" Tutup Kapolresta.(Leo/Amphibi).

Senin, 17 Agustus 2026

Meriahkan HUT RI Ke 81, KNTI Sumut Diketuai M.Isa Albasir Bersama Kapolres Pelabuhan Belawan Gelar Parade Sampan Nelayan

Belawan, Amphibi News - Dalam rangka turut memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke 81  Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Se-Sumatera Utara diketuai M.Isa Albasir  menggelar aksi serentak “Parade sampan” ratusan nelayan tradisional bersama Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya Sembiring SH dan TNI AL di perairan Belawan. Senin pagi (17/08/2026) hingga selesai pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan penuh makna disambut antusias masyarakat nelayan ini terlaksana atas kesadaran kalangan nelayan tergabung dalam KNTI Sumut dalam rangka turut memperingati sekaligus memeriahkan hari kemerdekaan RI yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa Indonesia apalagi sebagaimana diketahui nenek moyang kita adalah nelayan dan pelaut di negeri kepulauan NKRI.

Tampak ratusan sampan nelayan yang telah dihiasi ornamen bendera merah putih semangkin menambah semangat dalam memeriahkan HUT RI Ke 81 yang mana setiap tahunnya digelar KNTI.

Ketua DPW KNTI Sumut Medan, M Isa Albasir sekaligus kordinator aksi mengatakan, semoga di hari kemerdekaan ini masyarakat nelayan tradisional Sumut khususnya nelayan Belawan kota Medan agar lebih di perhatikan Pemerintah baik pusat provinsi bahkan kabupaten kota.

"Sering kita lihat kehidupan nelayan perlu peningkatan kesejahteraan bahkan kebijakan yang dibuat Presiden untuk masyarakat nelayan tradisional dinilai sudah sangat baik, baik itu sektor perikanan tangkap dan budidaya",Ujarnya.

Lebih lanjut ketua DPW KNTI Sumut menilai, Pemerintah juga sudah sangat serius untuk membangun kampung nelayan merah putih, 
Ini harus kita dukung penuh agar terjadi pemerataan bagi masyarakat nelayan yang mendapatkan program pemerintah yang namanya kita kenal sekarang KNMP

 Semoga Pemerintah lebih memperhatikan nasib nelayan karena masih banyaknya ilegal fishing bahkan kian merajalelanya aksi mereka di laut.

"Kita khawatir ini akan menjadi konflik berkepanjangan kalau tidak ada solusi dari Pemerintah pusat, provinsi maupun daerah.

"Terima kasih atas adanya peran serta dan dukungan baik dari masyarakat anggota dan pengurus KNTI Sumut, KPPI Medan, KPPMPI Medan serta diucapkan terimakasih kepada pak Kapolres Pelabuhan Belawan Aditya Sembiring,SH maupun personil TNI AL yang sangat mendukung aksi masyarakat nelayan tradisional kita dalam rangka turut memeriahkan HUT RI Ke 81, Merdeka...", Tutup M.Isa Albasir.(Leo/Amphibi).

Minggu, 16 Agustus 2026

AMPHIBI Pati Soroti Dampak Limbah Ekosistem Sungai Bulumanis Lor Tercemar, Kinerja DLH Dipertanyakan

Pati, Amphibi News - Lembaga Lingkungan Hidup Amphibi Pati mencermati adanya dugaan pencemaran sungai akibat limbah cair industri tapioka yang berlangsung bertahun-tahun telah menghancurkan ekosistem sungai di wilayah Bulumanis Lor kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa tengah. 

Aliran sungai yang bertahun-tahun telah berubah warna menjadi keruh hitam serta mengeluarkan aroma menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat pesisir sehari-hari.

Ketua DPD Amphibi Pati yang kerap disapa Edi menyampaikan, seharusnya setiap perusahaan yang melakukan usaha produksi dan menghasilkan limbah wajib mengelola limbahnya tanpa mencemari lingkungan, baik itu berupa limbah padat maupun limbah cair.

Limbah tapioka kaya akan kandungan bahan organik berserat tinggi dan senyawa sianida (HCN) alami dari singkong. Ketika dibuang langsung ke badan air tanpa pengolahan optimal melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), limbah tersebut memicu proses pembusukan alami yang menguras habis kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Sehingga dapat mengakibatkan berbagai jenis ikan lokal dan biota air mati massal secara perlahan.

"Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati seharusnya memiliki data jumlah perusahaan yang beroperasi di sepanjang sungai di wilayah Bulumanis Lor kecamatan Margoyoso melalui tim Monitoring dan Evaluasi terkait pencemaran sungai melibatkan organisasi Lingkungan Hidup, serta melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha untuk melakukan pengolahan limbah sebelum di terbuang,"ungkap Edi.

Warga sekitar mengaku kondisi ini bukanlah masalah baru. Penurunan kualitas lingkungan hidup ini sudah dirasakan selama bertahun-tahun tanpa ada penyelesaian permanen dari pihak pengelola pabrik maupun tindakan tegas dari dinas terkait. 

"Sudah sangat memprihatikan, mendekat saja baunya sudah bikin mual. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun seolah-olah dibiarkan," ujar salah seorang warga Rt.01/01 Bulumanis Lor.

"Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati segera mengambil langkah konkret berupa audit lingkungan menyeluruh serta penegakan hukum tegas bagi para pelaku usaha industri yang tidak menjalankan himbauan dalam pengelolan limbah produksinya".

Jika dibiarkan tanpa pemulihan (bioremediasi), kerusakan ekosistem sungai ini berpotensi menjadi bencana ekologis permanen yang merugikan generasi mendatang," Ujar Edi.(Leo/Amphibi).

Sabtu, 15 Agustus 2026

Sambut HUT RI Ke 81, PAC.Pemuda Pancasila Medan Marelan Bergotong Royong dan Pemasangan Bendera

Medan Marelan, Amphibi News - Dalam rangka menyambut HUT RI Ke 81 17 Agustus 2026, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Medan Marelan melaksanakan kegiatan bergotong royong sekaligus pemasangan bendera merah putih.Minggu siang (16/08/2026).

Kegiatan berlangsung di Sekretariat PAC.Pemuda Pancasila Medan Marelan Jln Kapten Rahmabuddin No 5 Kel.Paya Pasir Kec.Medan Marelan.

Sesuai amatan, tampak para kader dan pengurus PAC.Pemuda Pancasila Marelan bersemangat bergotong royong membersihkan lingkungan sekretariat PAC.PP Medan Marelan.

Diantaranya dengan membersihkan parit, membakar tumpukan sampah, membabat rumput serta mempersiapkan lahan untuk arena beragam perlombaan dalam memeriahkan HUT RI ke 81 nantinya di halaman kantor PAC.PP Medan Marelan.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Marelan M.Yusuf didampingi Rudi Andika selaku Waka dan Indra BJ selaku pengurus saat diwawancarai di sela sela kegiatan bergotong royong HUT RI Ke 81 tersebut.

Menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan bersama unsur kepengurusan dan kader Pemuda Pancasila dalam rangka menyambut HUT RI ke 81 sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar pengurus dan anggota Pemuda Pancasila.

Dalam hal ini dilaksanakan kegiatan bergotong royong dan pemasangan bendera merah putih di lingkungan sekretariat PP Medan Marelan.

M.Yusuf berpesan agar para pengurus dan anggota tetap solid bersatu teguh dalam satu komando Pemuda Pancasila, Tutupnya sembari meneriakkan yel yel Pancasila Abadi, sekali layar terkembang surut kita berpantang.

Kegiatan bergotong royong bersama dan pemasangan bendera serta spanduk terlaksana sukses berjalan lancar, aman dan tertib diakhiri dengan makan siang bersama dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.(Leo/Amphibi).

Kamis, 13 Agustus 2026

AMPHIBI Ajak Selamatkan Mangrove Dari Limbah dan Sampah

Deli Serdang, Amphibi News - Persoalan sampah sampai saat ini tak hanya menjadi polemik di darat melainkan juga di perairan.

Sebagaimana yang terpantau langsung dari hasil survey ke ke pantai muara Percut, Kamis siang (13/08)2026) ternyata tampak di muara pantai Percut banyak ditemukan tumpukan sampah.

Diantaranya sampah plastik, sampah kayu dan daun, sampah Pempes, streoporm, maupun jenis sampah lainnya .

Selain di muara jejeran sampah tampak jelas dihampir sepanjang aliran sungai Percut yang bermuara ke muara pantai Percut.

Sampah dan limbah tersebut merambah memasuki lokasi tanaman mangrove yang saat ini sedang digalakkan penanamannya oleh pihak AMPHIBI seluas 25 Hektar.

Bahkan disaat yang bersamaan para Mahasiswa dari UGM juga menyayangkan banyaknya sampah yang mencemari pantai muara Percut.

Sampah- sampah yang hanyut dari sungai Percut hingga ke muara pantai muara Percut tersebut dikhawatirkan dapat menganggu pertumbuhan dari tanaman mangrove tersebut." Saat ini kami menilai penanaman Mangrove yang dilaksanakan pihak AMPHIBI sudah cukup baik dalam kepedulian dan turut menjaga pelestarian  Lingkungan Hidup di Sumatera Utara, hanya saja perlu adanya perawatan maupun penyisipan terhadap tanaman mangrove yang mati serta menjaga tanaman Mangrove tersebut agar tak rusak dari gangguan orang yang tak bertanggungjawab",kata Socrates Leo salah seorang Mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) usai meninjau lokasi penanaman Mangrove yang saat ini dikelola AMPHIBI tersebut.

Terpisah, Agus Salim Tanjung So, Si, Ch selaku Ketum AMPHIBI menyayangkan adanya pencemaran sampah yang terus mengalir dari sungai Percut hingga ke muara laut Percut yang berdampak buruk bagi pertumbuhan dan pelestarian tanaman Mangrove yang saat ini sedang digalakkan.

Ia juga menyoroti adanya dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi di kawasan Sungai Percut. Menurutnya, belum lama ini lokasi rehabilitasi mangrove terdampak kiriman limbah berbusa putih yang diduga berasal dari wilayah hulu sungai dan berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman mangrove.

“Permasalahan ini telah kami tindak lanjuti kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deli Serdang, hingga Direktorat Pengelolaan Limbah B3 di Jakarta. Kami akan mengawal persoalan ini hingga tuntas,” tegasnya.

Menanggapi pertanyaan awak media mengenai sumber dugaan pencemaran tersebut, Agus Salim Tanjung menjelaskan bahwa berdasarkan hasil investigasi internal AMPHIBI, limbah tersebut diduga berasal dari aktivitas perusahaan pencucian kemasan yang menangani limbah B3.

Dugaan tersebut didasarkan pada lokasi sumber limbah yang berada tidak jauh dari Bendungan Irigasi Sidoras, tempat pertama kali munculnya busa putih dalam jumlah besar. Namun demikian, kami menyerahkan proses pembuktian dan penegakan hukum kepada instansi yang berwenang,” ujarnya.

AMPHIBI juga mendorong pemerintah untuk memastikan setiap pelaku usaha yang membuang air limbah ke badan sungai telah memiliki izin serta memenuhi seluruh ketentuan pengelolaan lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Kami berharap proses pengawasan dan penegakan hukum dapat dilakukan secara tegas agar memberikan efek jera bagi setiap pihak yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan,” Tutup Agus Salim Tanjung.(Leo/Amphibi).

Selasa, 11 Agustus 2026

Gandeng 40 UMKM & Dorong Pergerakan Ekonomi Rakyat, CitraLand City Sampali Gelar Festival Kuliner Merah Putih

Medan, Amphibi News —  Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hadir di kawasan CitraLand City Sampali, Jalan Meteorologi,  melalui Festival Kuliner Merah Putih yang berlangsung pada 8 hingga 17 Agustus 2026. Tidak hanya menghadirkan hiburan dan beragam kuliner, kegiatan ini turut membuka ruang bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan produk dan bertemu dengan pasar yang lebih luas. 


Sebanyak 40 UMKM dari Medan & Deli Serdang ambil bagian dalam festival tersebut. Dengan estimasi kunjungan mencapai 1.000 hingga 2.000 orang per hari, festival ini menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha lokal dan  masyarakat yang datang untuk menikmati suasana perayaan kemerdekaan. 


Beragam makanan, camilan, minuman hingga produk olahan lainnya hadir di deretan stan kuliner. Bagi pelaku UMKM, kehadiran di tengah arus pengunjung memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada konsumen yang sebelumnya mungkin belum mengenal usaha mereka. 


Salah satu pelaku UMKM yang ikut dalam Festival Kuliner Merah Putih mengaku kesempatan untuk berjualan di tengah festival menjadi pengalaman yang menarik bagi usahanya. Selama ini, pemasaran produk lebih banyak dilakukan melalui pelanggan tetap dan media sosial. 


“Senang bisa ikut kegiatan seperti ini karena kami jadi punya kesempatan untuk bertemu dengan konsumen secara langsung. Semoga kedepannya semakin banyak kegiatan yang memberikan ruang untuk UMKM lokal,” katanya. 


Bagi usaha yang masih mengandalkan pelanggan tetap maupun pemasaran dari mulut ke mulut, kesempatan bertemu langsung dengan calon konsumen dapat menjadi cara untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jaringan pelanggan. Aktivitas tersebut juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan pengalaman baru dalam melihat respons konsumen terhadap produk yang mereka tawarkan.
Hal tersebut menjadi bagian dari semangat yang ingin dihadirkan CitraLand City Sampali dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Kawasan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya festival, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. 


“Kami ingin momentum kemerdekaan ini dapat dirasakan bersama. Karena itu, kami membuka ruang bagi pelaku UMKM dari Medan dan Deli Serdang untuk hadir, memperkenalkan produk, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha sekaligus menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung,” ujar perwakilan CitraLand City Sampali. 


Keterlibatan pelaku UMKM dari Medan dan Deli Serdang juga menjadi bagian dari hubungan CitraLand City Sampali dengan lingkungan di sekitarnya. Seiring berkembangnya kawasan, aktivitas yang berlangsung di dalamnya turut membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku ekonomi lokal untuk berinteraksi dan mengambil bagian. 
Dengan menghadirkan 40 UMKM lokal serta membuka akses kepada ribuan pengunjung setiap harinya, Festival Kuliner Merah Putih menjadi salah satu cara CitraLand City Sampali merayakan kemerdekaan dengan melibatkan masyarakat di sekitarnya. 


Sebab, ketika sebuah kawasan tumbuh, ruang untuk tumbuh bersama juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan, baik bagi masyarakat yang datang berkunjung maupun bagi pelaku usaha lokal yang ikut menghidupkan aktivitas di dalamnya.(Leo/Amphibi).

Sabtu, 08 Agustus 2026

AMPHIBI GELAR AKSI LINGKUNGAN SEBULAN PENUH SAMBUT HUT KE-10 DENGAN GIAT BERSOSIALISASI LINGKUNGAN HIDUP & PENGHIJAUAN

Asahan, Amphibi News - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-10, Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia *AMPHIBI* menggelar kegiatan sosialisasi lingkungan hidup dan aksi penghijauan di SD N 013829 Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong Kab.Asahan Prov.Sumatera Utara "pada,
Sabtu (8-8-2026)

Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini mengusung tema edukasi pemilahan sampah serta penanaman pohon di lingkungan sekolah. Ratusan siswa tampak antusias mengikuti materi tentang *perbedaan sampah organik dan anorganik*, cara pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Ketua Amphibi Asahan Hasbi SE mengatakan "Kita ajarkan anak-anak sejak dini untuk peduli lingkungan. Sampah organik bisa jadi kompos, sampah anorganik bisa didaur ulang. Kalau dari sekolah anak-anak sudah paham, maka di rumah mereka akan menularkannya ke orang tua,” ujar Hasbi SE.

Selain sosialisasi, AMPHIBI bersama guru, siswa, dan perangkat desa juga melakukan *penanaman pohon di halaman sekolah* sebagai bagian dari gerakan penghijauan. 
Bibit yang ditanam diharapkan dapat menjadi ruang teduh dan sarana belajar tentang alam bagi siswa, "ucap Hasbi SE.

Sementara ditempat terpisah Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So,SI.,CH (AST) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari *"Aksi 1 Bulan Penuh AMPHIBI"* yang berlangsung *1 – 31 Agustus 2026* yang dilaksanakan di berbagai daerah.
Aksi serentak ini digelar sebagai bentuk perayaan dan refleksi *HUT AMPHIBI ke-10 pada 25 Agustus 2026*,"ucap AST.

"Lanjutnya, “10 Tahun AMPHIBI bukan hanya perayaan, tapi momentum untuk bergerak nyata. Bergerak Bersama, Menjaga Bumi. Kita mulai dari sekolah, karena dari sanalah lahir para penjaga bumi masa depan,” tegas Agus Salim Tanjung.

AMPHIBI mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, sekolah, dan dunia usaha untuk ikut serta dalam rangkaian aksi lingkungan selama bulan Agustus ini.

*Tentang AMPHIBI* 
 
AMPHIBI adalah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada pelestarian hutan, restorasi Mangrove Pesisir, Bahan Berbahaya Beracun  (B3), lingkungan hidup, dan sosial pemberdayaan masyarakat. 
"Berdiri sejak 25 Agustus 2016, AMPHIBI terus bergerak di bidang advokasi, edukasi, dan aksi nyata lingkungan di seluruh Indonesia,"tutup AST.(Leo/Amphibi).

SOSIALISASI & PENGHIJAUAN DI SD N 013829 AEK LEDONG TIMUR, AMPHIBI GELAR AKSI LINGKUNGAN SEBULAN PENUH SAMBUT HUT KE-10

ASAHAN, AMPHIBI.WEB.ID - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-10, Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia *AMPHIBI* menggelar kegiatan sosialisasi lingkungan hidup dan aksi penghijauan di SD N 013829 Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong Kab.Asahan Prov.Sumatera Utara "pada,
Sabtu (8-8-2026)

Kegiatan yang dimulai sejak pagi mengusung tema edukasi pemilahan sampah serta penanaman pohon di lingkungan sekolah. Ratusan siswa tampak antusias mengikuti materi tentang *perbedaan sampah organik dan anorganik*, cara pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Ketua Amphibi Asahan Hasbi SE mengatakan "Kita ajarkan anak-anak sejak dini untuk peduli lingkungan. Sampah organik bisa jadi kompos, sampah anorganik bisa didaur ulang. Kalau dari sekolah anak-anak sudah paham, maka di rumah mereka akan menularkannya ke orang tua,” ujar Hasbi SE.
Selain sosialisasi, AMPHIBI bersama guru, siswa, dan perangkat desa juga melakukan *penanaman pohon di halaman sekolah* sebagai bagian dari gerakan penghijauan. 
Bibit yang ditanam diharapkan dapat menjadi ruang teduh dan sarana belajar tentang alam bagi siswa, "ucap Hasbi SE.

Sementara ditempat terpisah Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So,SI.,CH (AST) menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari *"Aksi 1 Bulan Penuh AMPHIBI"* yang berlangsung *1 – 31 Agustus 2026* yang dilaksanakan di berbagai daerah.
Aksi serentak ini digelar sebagai bentuk perayaan dan refleksi *HUT AMPHIBI ke-10 pada 25 Agustus 2026*,"ucap AST.

"Lanjutnya, “10 Tahun AMPHIBI bukan hanya perayaan, tapi momentum untuk bergerak nyata. Bergerak Bersama, Menjaga Bumi. Kita mulai dari sekolah, karena dari sanalah lahir para penjaga bumi masa depan,” tegas Agus Salim Tanjung.

AMPHIBI mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, sekolah, dan dunia usaha untuk ikut serta dalam rangkaian aksi lingkungan selama bulan Agustus ini.
*Tentang AMPHIBI* 
 
AMPHIBI adalah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada pelestarian hutan, restorasi Mangrove Pesisir, Bahan Berbahaya Beracun  (B3), lingkungan hidup, dan sosial pemberdayaan masyarakat. 
"Berdiri sejak 25 Agustus 2016, AMPHIBI terus bergerak di bidang advokasi, edukasi, dan aksi nyata lingkungan di seluruh Indonesia,"tutup AST.

Kamis, 06 Agustus 2026

Jelang HUT RI Ke 81 dan HUT AMPHIBI Ke 10 Dilaksanakan Pemasangan Umbul- umbul bendera kebesaran AMPHIBI dan Bendera Merah Putih

Deli Serdang, Amphibi News - Dalam rangka turut menyambut dan memeriahkan HUT RI Ke 81 tgl 17 Agustus dan HUT AMPHIBI Ke 10 pada tanggal 25 Agustus 2026 telah dilaksanakan Pemasangan Umbul- umbul bendera kebesaran AMPHIBI dan Bendera Merah Putih di Sepanjang Jln.Pusaka Pasar 13 Desa Kolam  dan di Kanwil Amphibi.

Berkaitan dengan hal tersebut Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 pada Agustus 2026 dengan menggelar aksi serentak di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut mengusung tema “10 Tahun AMPHIBI: Bergerak Bersama, Menjaga Bumi dari Limbah B3 ke Mangrove.”

Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So,Si Ch melalui suratnya Nomor: Khusus/AMPHIBI-PUSAT/VIII/2026 tertanggal 29 Juli 2026, yang ditujukan kepada seluruh Ketua AMPHIBI tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa rangkaian kegiatan dilaksanakan mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup serta penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Adapun aksi yang akan dilaksanakan meliputi penanaman mangrove dan pohon produktif, pembersihan lingkungan, sosialisasi bahaya limbah B3 dan pengelolaan sampah, bakti sosial kepada masyarakat, serta kampanye pelestarian lingkungan melalui media sosial dengan tagar #HUT10TahunAMPHIBI.

Selain itu, pada 25 Agustus 2026 seluruh kantor AMPHIBI di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi juga diimbau melaksanakan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia satu dekade.

Ketua Umum AMPHIBI, Agus Salim Tanjung, S.Sos., S.I., CH, mengajak seluruh pengurus dan anggota AMPHIBI di Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan aksi serentak tersebut. Setiap kegiatan diharapkan didokumentasikan dan dilaporkan kepada Sekretariat Pusat paling lambat 31 Agustus 2026.

Melalui peringatan HUT ke-10 ini, AMPHIBI berharap dapat memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya limbah B3, serta mendorong perbaikan lingkungan dan ekonomi kemasyarakatan.

Sesuai slogan organisasi, “AMPHIBI Hadirkan Solusi”, peringatan satu dekade ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.(Leo/Amphibi).

Minggu, 02 Agustus 2026

Ketum AMPHIBI Ajak Sukseskan Aksi Serentak HUT AMPHIBI ke-10 “Bergerak Bersama, Menjaga Bumi dari Limbah B3 ke Mangrove.”

Medan, Amphibi News – Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 pada Agustus 2026 dengan menggelar aksi serentak di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut mengusung tema “10 Tahun AMPHIBI: Bergerak Bersama, Menjaga Bumi dari Limbah B3 ke Mangrove.”

Hal itu disampaikan melalui surat pemberitahuan Ketua Umum AMPHIBI Nomor: Khusus/AMPHIBI-PUSAT/VIII/2026 tertanggal 29 Juli 2026, yang ditujukan kepada seluruh Ketua AMPHIBI tingkat provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa rangkaian kegiatan dilaksanakan mulai 1 hingga 31 Agustus 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup serta penanganan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Adapun aksi yang akan dilaksanakan meliputi penanaman mangrove dan pohon produktif, pembersihan lingkungan, sosialisasi bahaya limbah B3 dan pengelolaan sampah, bakti sosial kepada masyarakat, serta kampanye pelestarian lingkungan melalui media sosial dengan tagar #HUT10TahunAMPHIBI.

Selain itu, pada 25 Agustus 2026 seluruh kantor AMPHIBI di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi juga diimbau melaksanakan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia satu dekade.

Ketua Umum AMPHIBI, Agus Salim Tanjung, S.Sos., S.I., CH, mengajak seluruh pengurus dan anggota AMPHIBI di Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan aksi serentak tersebut. Setiap kegiatan diharapkan didokumentasikan dan dilaporkan kepada Sekretariat Pusat paling lambat 31 Agustus 2026.

Melalui peringatan HUT ke-10 ini, AMPHIBI berharap dapat memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya limbah B3, serta mendorong perbaikan lingkungan dan ekonomi kemasyarakatan.

Sesuai slogan organisasi, “AMPHIBI Hadirkan Solusi”, peringatan satu dekade ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik.(Leo/Amphibi).

Jumat, 31 Juli 2026

KEPATUTAN DAN INTEGRITAS KONFERENSI SUNGAI TRAWAS YANG PATAH: ANTARA DEKLARASI DAN MANIPULASI PROSEDURAL

MOJOKERTO,Amphibi news – Sungai bukan sekadar aliran air, melainkan sumber kehidupan yang menopang masyarakat, ketahanan pangan, energi, dan keseimbangan ekosistem. 
Menjaga sungai berarti menjaga keberlanjutan hidup manusia dan alam. Semangat inilah yang melandasi pelaksanaan Konferensi Sungai Indonesia 2026 di Sumber Gempong, Trawas, Kabupaten Mojokerto, "pada
Senin (27/7/2026).

Dalam rangka menyambut Hari Sungai Nasional. Kegiatan ini sejatinya diharapkan menjadi wadah musyawarah murni lintas elemen untuk merumuskan arah kebijakan pelestarian sungai nasional yang lebih kuat.
 
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) pun menegaskan pentingnya pendekatan terpadu, dukungan teknologi, serta peran aktif masyarakat sebagai penjaga utama di lapangan. 

Namun ironisnya, harapan mulia ini ternoda oleh kenyataan pahit di lapangan yang mencoreng prinsip demokrasi dan integritas gerakan sipil.
 
Konferensi ini memang melahirkan Deklarasi Konsorsium Sungai Indonesia, namun proses pemilihan Presidium dan seluruh keputusan krusial lainnya dilakukan secara ilegal dan tidak prosedural. 

Fakta membuktikan : Tidak pernah ada sidang pleno yang menetapkan Tata Tertib Persidangan sebagai landasan hukum kegiatan. Lebih parah lagi, seluruh dokumen dasar organisasi mulai dari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, program kerja, rekomendasi, hingga penetapan Presidium disusun dan diputuskan setelah acara resmi ditutup secara langsung oleh Menteri LH.
 
Hal ini menjadi bukti nyata adanya rekayasa terstruktur oleh oknum fasilitator dan panitia, yang sengaja mengabaikan prinsip musyawarah serta melakukan pembodohan demokrasi terhadap para peserta yang hadir dengan niat tulus berkontribusi. Praktek ini jelas merupakan pencurian demokrasi di kalangan penggiat sungai.
 
Masyarakat dan pegiat Sungai sejati tidak membutuhkan wadah yang lahir dari manipulasi, apalagi jika keberadaannya semata untuk memuaskan ambisi segelintir pihak: mengklaim diri pejuang lingkungan, padahal kesehariannya hanya menjadi broker proyek guna mengeruk keuntungan pribadi dari anggaran negara.
 
Menanggapi penyimpangan ini, sejumlah komunitas dan LSM lingkungan menyuarakan protes keras dan menuntut kasus ini diusut tuntas. 
Di antaranya disampaikan oleh Dondon Asikin (Direktur Yayasan Wanareksa Nusantara Indonesia/Pendiri Tentara Langit), Yopiahmad dan Agus Salim Tanjung (Ketua Umum AMPHIBI), serta perwakilan dari LSM Walungan Citarum dan Paguyuban Pager Saguling.
 
Dalam pernyataan sikapnya, mereka menegaskan tiga hal pokok:
 
1. Seluruh keputusan pasca-penutupan termasuk susunan Presidium adalah tidak sah, cacat hukum, dan tidak mengikat peserta;
2. Gerakan pelestarian sungai tidak boleh dinodai oleh perebutan kekuasaan dan pembodohan demokrasi;
3. Mendesak klarifikasi terbuka dan pengembalian mandat ke tangan penggiat sungai yang tulus, jujur, dan beretika.
 
“Pernyataan ini kami sampaikan demi menjaga marwah gerakan lingkungan dan kebenaran,” tegas Dondon Asikin.(Red/Amphibi).