Minggu, 23 November 2025

Peringati Hari Pohon Sedunia, AMPHIBI Aksi Tanam Pohon di Desa Kota Pari Pantai Cermin

SERGAI, AMPHIBI NEWS - Puluhan warga Desa Kota Pari berkumpul pada hari Minggu (23/11/2025) untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi dampak perubahan iklim, dan menjaga ekosistem secara berkelanjutan.

"Penanaman pohon adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk perubahan lingkungan kedepannya," ujar Tengku Mhd Fahri ST. MT, Ketua DPW Amphibi SUMUT.

Fahri mengajak semua tingkatan DPD Kota Amphibi Se-Sumatera Utara untuk melakukan hal serupa.

Sementara itu, Hendra Hamdani, Ketua DPD Amphibi Serdang Bedagai, menyampaikan komitmen penanaman berkelanjutan dan mengucapkan terima kasih kepada DPW Amphibi Sumut dan kepada masyarakat sekitar atas dukungan nya.

Dalam kegiatan ini, peserta menanam berbagai jenis pohon buah Produktif diantaranya mangga, pokat, durian dan sebagainya diharapkan akan tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk lebih peduli dengan lingkungan.

Turut hadir pada kegiatan penanaman ini antara lain :
Agus Salim Tanjung So. Si (Ketua Umum Amphibi), Tengku Mhd Fahri ST.MT (Ketua DPW Amphibi SUMUT), Fajar Rahmat Surya SE (Sekretaris DPW Amphibi SUMUT), Jufrial Agusti, SE selaku Wakil Ketua DPW Amphibi Sumut beserta sejumlah Ketua Bidang dan Pengurus DPW Amphibi SUMUT, Juga Hendra Hamdani (Ketua DPD Amphibi Serdang Bedagai Berserta Sekretaris & Bendahara), A.Sayuti (Ketua KTHN Desa Percut), Ediansyah (Pengawas kelompok kerja Kurnia Desa Kota Pari), Saparaudin(ketua kelompok Kerja Kurnia Desa Kota Pari), Surianto (Sekretaris), Ramlan (Bendahara), Tokoh Masyarakat, Organisasi setempat dan Masyarakat Sekitar Pesisir Dusun 3 Desa Kota Pari serta tim media Amphibi (Gus Leo dan Dyan Putra).

Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam. 🌳💚

Sabtu, 22 November 2025

AMPHIBI Camping Bersama dan Aksi Tanam Pohon di Kota Pari Pantai Cermin

Sergai, Amphibi News- Dalam rangka memperingati hari pohon sedunia 2025, Hari Ini Minggu (23/11/2025) Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) melaksanakan aksi kegiatan penanaman pohon buah Produktif.

Kegiatan positif bagi pelestarian lingkungan hidup ini dilaksanakan di Desa Pari Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Deli Serdang.

Sebelum kegiatan dilaksanakan para pengurus Amphibi juga melaksanakan aksi Camping bersama menikmati suasana asri  keindahan dan keelokan lingkungan pantai di bibir Pantai Mutiara Kota Pare Kec.Pantai Cermin.

Kegiatan aksi tanam menanam ini dengan motto " Mari Jaga Lingkungan Hidup demi generasi selanjutnya" ini dimotori Amphibi Sumut Diketuai M.Tengku Fahri ST,MT Sekretaris Fajar Rahmad Surya, SE dan bendahara  Faisal Abidin S.Sos.

Dalam pelaksanaan kegiatan penanaman nantinya dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, kegiatan aksi ini juga turut di hadiri Ketum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So,Si,Ch bersama unsur kepengurusan AMPHIBI Kabupaten Sergai, KTHN Amphibi Percut diketuai A.Sayuti, Amphibi Kota Medan diketuai Ilham Junaidi dan kepengurusan Amphibi Deli Serdang maupun tim media Amphibi.(Gs/Sergai).

Kamis, 20 November 2025

Pelindo Regional 1 Adakan Pelatihan CSR Instrumen Mini Sosmap dan SROI, Dorong Penguatan Dampak Sosial Perusahaan


Medan, Amphibi News— PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 secara resmi membuka pelatihan “Kombinasi Mini Sosmap dan Social Return on Investment (SROI)” sebagai langkah strategis memperkuat kualitas perencanaan hingga pengukuran dampak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di Berastagi, 19 – 21 November 2025 ini diikuti oleh pengelola CSR dari berbagai perwakilan di wilayah kerja Pelindo Regional 1.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Manager Pelayanan SDM dan Umum, Helmi yang menegaskan pentingnya pemahaman mendalam mengenai pemetaan sosial serta analisis dampak untuk memastikan program TJSL memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa Pelindo harus mampu menjalankan program sosial yang terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Hadir pula Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas tata kelola TJSL.
“Kami ingin memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pelatihan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat kapasitas tim dalam membaca kebutuhan sosial dan mengukur manfaatnya secara objektif,” ujarnya.

Pelatihan ini bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) sebagai mitra pelaksana. Para peserta mendapatkan pemahaman teknis terkait Mini Sosmap sebagai instrumen pemetaan sosial awal, serta metode SROI untuk menghitung nilai sosial yang dihasilkan dari investasi program perusahaan. 

Pelatihan ini menghadirkan tiga pemateri berpengalaman dalam bidang SROI, CSR, dan pemberdayaan masyarakat, yaitu: Muhammad Riandy, S.Ik., M.E selaku Praktisi SROI dan Program Pemberdayaan, Dr. Rina Ekawati, SE., M.M., M.Par selaku Praktisi SROI, CSR Instrument Certified serta Galeh Pujonegoro, ST., M.Si selaku Direktur Wakaf dan CSR Baitulmaal Muamalat

Pelindo berharap peningkatan kapasitas ini dapat memperkuat program TJSL yang lebih inklusif, adaptif, dan memberikan dampak berkelanjutan bagi komunitas di sekitar wilayah operasional perusahaan.(Leo/Amphibi).

Rabu, 19 November 2025

KNTI Sumut Ancam Demo dan Tolak Rencana Pelebaran Pelabuhan Perikanan Dinilai Merugikan Nelayan Kecil

Belawan, Amphibi News - Adanya rencana proyek pelebaran Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan ( PPSB) yang dinilai merugikan masyarakat nelayan kecil akhirnya, Ketua KNTI ( Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia) Provinsi Sumut M.Al Basir akan melaksanakan aksi demo besar- besaran  kalau sampai pelebaran  PPSB sampai dilaksanakan dan di bangun.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia DPW KNTI Sumatera Utara, M Isa Albasyir pada awak media, Kamis (20/12/2025) di Belawan.

Ia menegaskan menolak rencana Pelebaran  ratusan meter kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan mendatang agar tidak menyakiti dan membuat nelayan sengsara.

Sebagaimana diketahui, rencana pembangunan pelebaran kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan mulai di perbincangkan bahkan penolakan pelebaran pun mulai mencuat ke publik.

Dikatakan Ketua DPW KNTI Sumut yang peduli dengan nasib nelayan kecil ini bahwa, pelebaran ratusan meter Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan bakal menyengsarakan nelayan tradisional.

Kekhawatiran ini pun diungkapkan langsung Ketua KNTI Sumut, M. Isa Albasyir mengingatkan kembali Reklamasi yang di bangun Pelindo tempo hari telah memicu kedangkalan dan membahayakan alur kapal nelayan kecil bila air laut surut.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP Republik Indonesia layak meninjau ulang dan mengulas terjadi Reklamasi Pelindo mengkibatkan dampak negatif terhadap nelayan,” Terangnya Basir.

Lanjutnya Basir, Kami DPW KNTI Sumut berharap atas pembangunan pelabuhan Perikanan Belawan yang rencananya akan dibangun tidak menyakiti dan membuat Nelayan di sekitaran Pelabuhan Perikanan Belawan.

“Apalagi, tidak merasakan Dampak positif atas pembangunannya dan malah menjadi masalah baru bagi kami Nelayan sehingga jalur arus lewat perahu menjadi sempit dan dangkal,” Ungkap M. Isa Albasyir.

Kejadian reklamasi isu muncul iming iming anak-anaknya nelayan akan dikerjakan di Pelindo. Jangan nelayan  diiming-imingi yang manis kenyataan akhirnya pahit yang dirasakan nelayan, siapa yang bertanggung jawab atas pelebaran Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan nantinya, cetus Ketua KNTI Sumut mengakhiri.(Leo/Amphibi).

Penumpang Bus Angkot Ditikam, Kaca Bus Dipecahkan, Minta Polisi Tangkap Pelakunya

Belawan, Amphibi News - Nasib apes dialami M.Rafsan Jani Nasution ( 21 Thn) warga Lingkungan 7 Gang Kenanga Jln Young Panah Hijau Kel Labuhan Deli Kec.Medan Marelan m njadi korban penikaman 3 kawanan bandit jalanan.

Kejadian yang menimpa pemuda ini pun sudah dilaporkan ke Polsek Belawan dengan harapan kawanan pelaku penikaman dapat segera ditangkap.

Dari keterangan ayah korban Zoni melalui media online ini, Rabu (19/11/2025) mengutarakan prihal kejadian yang dialami anaknya tersebut.

Korban pada Sabtu (15/11/2025) sekira pukul 20.00 WIB ditikam kawanan bandit jalanan berjumlah 6 orang dimana 3 orang pelaku diantaranya sudah kabur sedangkan 3 orang lagi masih bebas berkeliaran belum ditangkap.

Kala itu korban baru saja pulang kerja dari salah satu gudang di kawasan Gabion Belawan.

Setelah naik bus angkot menuju ke Belawan tiba-tiba persis dekat sekolah Hangtuah Belawan ada 2 kreta berboncengan 3 memepet bus angkot langsung menodongkan pisau dan memecahkan kaca bus Angkot hingga wajah korban terkena sabetan.

Bahkan kaca samping bus mengalami pecah sehingga supir bus angkot mengalami kerugian.

Usai kejadian itu korban selanjutnya melakukan visum di rumah sakit selanjutnya membuat laporan ke polisi.

Adanya tindakan kriminal penganiayaan ini membuat orangtua korban geram dan menempuh jalur hukum mendesak pihak kepolisian agar sesegera mungkin menangkap 3 pelaku yang sudah dikenal korban.(Gs/Blw).

Ratusan Massa Belawan Gruduk Mapolres Pelabuhan Belawan, Tuntut Brantas Begal dan tangkap Bandar Narkoba"

Belawan, AMPHIBI NEWS - Keresahan masyarakat memuncak akibat sering maraknya Begal di jalanan serta belum ditangkapnya bandar narkoba yang menjadi biangkerok kerusuhan tawuran di Belawan belum juga ditangkap.Rabu (19/11/2025).

Sehingga ratusan masyarakat yang didominasi emak- emak ( The Power of Omak- omak) mengruduk Polres Pelabuhan Belawan.

Aksi berlangsung di halaman Mako Polres Pelabuhan Belawan sekitar pukul 10.00 WIB. Warga menilai aksi kriminal yang dilakukan kelompok begal di kawasan Medan bagian Utara, khususnya Kecamatan Medan Belawan, semakin meresahkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Begal seakan menghantui aktivitas kami, siang dan malam. Kami hidup dalam ketakutan. Kami minta polisi memberi jaminan keamanan,” ujar seorang ibu peserta aksi.

Peserta aksi lainnya juga mengungkapkan keresahan serupa. “Saya ingin begal dihapuskan, bandar sabu dilenyapkan. Tolong selamatkan masyarakat Belawan. Anak-anak kami yang sekolah pun merasa terancam,” teriak emak emak lain.

Usai diadakan pertemuan yang diwakili serta massa diberi janji akan, akhirnya ratusan massa membubarkan diri kembali ketempat daerah mereka masing-masing ada yang dari Belawan, Pajak Baru Belawan Bahagia, Belawan Bahari /Kurnia, Jln Selebes Belawan 2 maupun warga dari Sicanang Belawan serta ada dari Medan Labuhan.(Leo/Blw).

Minggu, 16 November 2025

Aneh!!! Tanaman Buah Pisang milik Pak Anas Muncul dari Batang, Disini Lokasinya !!!

Sergai,Awan Pers.com - Pohon Pisang memang berbuah hanya sekali dan muncul dari ujung itu sudah biasa kelihatannya.

Akantetapi ada yang unik dan luar biasa  malah buah pisang jenis pisang lilit ini muncul dari batangnya yang kurus.

Keunikannya lagi saat ini buah pisangnya sudah menguning sebagai tanda kalau buah pisang milik pak Abdul Anas Makruf asal Desa Tegal Sari Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Sergai ini sudah siap dipanen.

Dari pengakuan pak Anas saat ditanyai media online ini, Senin (17/11/2025) menjelaskan, semula ia tak menyangka kalau  pohon pisang lilit yang ditanam itu berbuah muncul dari bagian batangnya.

Bahkan saat ini buahnya sudah menguning mulai matang di pohon, "semoga buah pisang berbuah di batang ini pertanda baik mendapatkan berkah dari Allah SWT",ujar Pak Anas.

Lebih lanjut pak Anas mengatakan, sebelumnya di lokasi yang sama ia pernah menanam pohon pisang barangan dan tubuh muncul buahnya sebanyak 3 tandan tapi dari ujung pohonnya bukan dari batangnya.

" Selalu aja ada yang unik di tempat yang sama, saya juga heran", cetus Pak Anas sembari mengaku, hari ini rencananya akan memanen pisang yang berbuah dari Batang  sudah menguning tersebut.