Minggu, 23 Agustus 2026

Diduga Tercemar Limbah B3 dari PT JS dan BI Alur Sungai di Desa Pematang Johar Terbakar Hebat

Deli Serdang, Amphibi News - Warga sekitar aliran sungai di Pematang Johar sempat  mendadak dihebohkan dengan kejadian kebakaran hebat.
.
Kejadian yang sudah berulang kali terjadi di alur sungai tersebut di sekitar Dusun 15, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Senin (24/8/2026).

Warga menduga, kebakaran yang terjadi Jumat kemarin berkaitan dengan aliran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang mengalir melalui parit.

Dugaan itu mencuat setelah warga bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang, pihak Kecamatan Labuhan Deli, dan Pemerintah Desa Pematang Johar menelusuri aliran limbah di sekitar permukiman.

Dalam penelusuran, tim disebut menemukan alur yang diduga menjadi jalur pembuangan limbah menuju sungai tersebut.

Warga menduga aliran itu berasal dari kawasan aktivitas perusahaan, termasuk PT.JS dan PT BI.

Menurut keterangan warga, limbah yang mengalir berwarna hitam kecoklatan diduga mengandung BBM.

Alirannya masuk ke sungai kecil yang berada di sekitar pemukiman warga dan kemudian bermuara ke Sungai Kera atau dikenal dengan sungai parbus (Parit busuk).

Warga menduga pembuangan dilakukan melalui pipa. Namun, dugaan mengenai sumber dan pihak yang bertanggung jawab atas aliran limbah, masih memerlukan pembuktian dan pemeriksaan resmi dari instansi berwenang.

Persoalan itu menjadi sorotan karena kebakaran di kawasan Dusun 15 disebut bukan kali pertama terjadi. 

Menurut warga, peristiwa serupa telah beberapa kali muncul, terutama di area yang terdapat aliran limbah dan material yang mudah terbakar.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, bukan hanya karena ancaman kebakaran, tetapi juga potensi dampak pencemaran terhadap lingkungan dan aliran air yang digunakan masyarakat.

Penelusuran oleh DLH bersama unsur kecamatan, desa, dan warga menjadi langkah penting untuk memastikan asal limbah, karakteristik zat yang dibuang, serta apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan pengelolaan limbah B3.

Jika dugaan pembuangan limbah B3 terbukti, aparat dan pemerintah daerah perlu memastikan pertanggungjawaban pihak yang terlibat sekaligus memulihkan lingkungan yang terdampak.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keterlibatan PT JS dan PT BI dalam pembuangan limbah itu masih berupa dugaan berdasarkan informasi warga. 

Kepastian mengenai sumber limbah dan penyebab kebakaran membutuhkan hasil pemeriksaan lapangan, pengujian sampel, serta penjelasan resmi dari perusahaan dan instansi terkait.(Leo/Amphibi).

Heboh ...Kapal Pukat Teri Meledak dan Terbakar, Begini Nasib Awak Kapalnya !!!

Belawan, Amphibi News -  Naas dialami kapal penangkap ikan jeni pukat teri bernama KM Cendrawasih Laut mendadak terbakar yang sebelumnya sempat terdengar suara ledakan keras.

Saat itu kapal  sandar di Gudang Sumber Utama (SU) di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Belawan, Minggu (23/8/2026) sore.

Info sementara dugaan kapal terbakar akibat dari meledak blower yang berada di dalam kamar mesin. Dimana saat itu sedang kegiatan bongkar mesin, yang kemudian memicu api dan menjalar keseluruhan ruangan yang berada di dalam kamar mesin, serta kebangunan kapal. 

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui secara pasti apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 


 Kebakaran terjadi ketika KM Cendrawasih Laut sedang sandar di gudang Sumber Utama (SU) di kawasan PPS Belawan dan perbaikan mesin. Disaat melakukan perbaikan mesin,  tiba-tiba blower yang berada di  dalam kamar mesin meledak. 

Banyaknya bahan-bahan yang mudah terbakar, sehingga dengan mudah api membesar dan menjalar ke badan kapal.

Api cepat menjalari dalam ruang mesin apalagi ada banyak oli, bahan bakar minyak ( BBM). Sehingga api dengan cepat membakar semua bagian mesin dan bangunan kapal ikan yang terbuat dari kayu, begitu kata  sumber di Pelabuhan Perikanan Belawan.( Gs/ Blw).

CitraLand Bangun Fasilitas SD Negeri 106810 Sampali Bukti Mendukung Pendidikan di Deli Serdang

Jumat, 21 Agustus 2026

Para Janda dan Anak Yatim Pemulung Terharu dan Sangat Senang Menerima Sembako Beras dari Tim Jurnalis KSJ Binaan H.Ikhwan Lubis di kawasan Medan Deli dan Marelan

Medan, Amphibi News – Meski panas terik bercambur debu jalanan tak membuat semangat tim jurnalis konitas sedekah Jumat (KSJ) binaan H.Ikhwan Lubis SH MH untuk mencari kaum duafa diantara para janda yang hidup di jalanan sebagai pemulung maupun para anak yatim yang masih bertempur mencari sesuap nasi dalam menyambung hidup.

Kali ini tim jurnalis KSJ menemui janda pemulung yang hidup diemperan toko, dianya Bu Asih berumur 67 tahun yang ditemui di dekat halaman SPBU jalan Platina Titipapan.

Wajah cerah dan gembira tergambar diraut wajah Bu Asih tatkala tim jurnalis KSJ melalui Pak Boim memberikan sembako beras kepada Bu Asih yang sedang duduk diantara tumpukan barang  bekas dalam goni yang telah terkumpul.

" Terimakasih ya.. Pak, ternyata masih ada orang seperti KSJ ini yang peduli sama saya seorang janda anak 3 ini, " cetus Bu Asih yang terlihat agak kumal karena mungkin ia rela hidup di jalanan ketimbang hidup bersama anaknya tersebut.

Selanjutnya tim jurnalis KSJ  juga mendatangi seorang ibu dan anaknya yang sedang memikul karung goni berisi barang bekas botol maupun plastik bekas saat menelusuri jalan Platina Titipapan Kecamatan Medan Deli.

Bu Irma bersama anaknya merasa sangat senang saat menerima sembako beras yang diberikan tim jurnalis KSJ melalui Pak Abdul.

Penyaluran sedekah Jumat berupa beras kemudian berlanjut ke lokasi di depan Irian Market ke Lurahan Tanah600 Marelan.

Disana ternyata tim jurnalis KSJ sepertinya sudah disambut sejumlah janda dan anak yatim yang berprofesi sebagai pemulung.

Penyaluran sedekah Jumat sembako beras diberikan tim Jurnalis KSJ melalui tangan Pak Gusleo, Pak Abdul dan Pak Boim kepada anak yatim dan para janda dan duafa pemulung di lokasi tersebut.

Sebagaimana diketahui tim Jurnalis KSJ yang dibina H.Ikhwan Lubis SH MH kembali eksis melaksanakan kegiatan sedekah Jumat (21/08/2026).

Tim jurnalis Komunitas Sedekah Jumat ( KSJ ) binaan H.Ikhwan Lubis SH,MH menilai warga para janda dan anak yatim serta para  duafa lansia yang masih bekerja di jalanan maupun para warga duafa tersebut harus diperhatikan dan layak dibantu dimana kondisi kehidupan mereka pastinya akan menempuh jalan sulit dalam perekonomian keluarga demi menyambung hidup.

Dalam kegiatan rutinya KSJ binaan H. Ikhwan Lubis SH .MH yang di koordinatori Boim dan para relawan para jurnalis Medan bergerak menyasar di 2 kawasan di tengah kota kawasan jalan Platina Raya Kel.Titipapan Kec.Medan Deli  hingga ke kawasan Tanah 600 Kec.Medan Marelan guna membantu meringankan beban kehidupan dialami para janda dan anak yatim serta warga duafa Lansia yang masih mengkais rezeki jalanan.

Dalam arahannya, Pendiri pembina KSJ H.Ikhwan Lubis SH.MH terus berpesan agar terus menyuarakan semangat , KSJ Harus bisa menjadi amanah untuk orang-orang yang benar benar membutuhkan bukan sekedar organisasi sosial namun mata untuk semua fakir miskin terutama untuk anak anak yatim.

“Kita harus komitmen walau saat ini tanpa adanya Donasi kita harus siap menjalankanya tanpa pernah berhenti”,tutup H.Ikhwan Lubis akrab disapa pejuang duafa yang tetap Istiqomah bersedekah tersebut. (Leo/Mdn).

Rabu, 19 Agustus 2026

Polri Dukung Swasembada Pangan, Polresta Deli Serdang turut laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak Di 17 Provinsi

Deli Serdang, Amphibi News - Dalam rangka mendukung program pemerintah swasembada pangan nasional tahun 2026, Polresta Deli Serdang ikut melaksanakan kegiatan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi Indonesia tahun 2026. Rabu (19/8/2026) pagi.

Kegiatan penanaman jagung serentak, untuk Polresta Deli Serdang dilaksanakan di Desa Kuta Bayu Kec. Gunung Meriah Kab. Deli Serdang.

Dalam kegiatan di penanam bawang putih serentak ini tampak hadir Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, PJU Polresta Deli Serdang, Kepala Dinas Pertanian Kab. Deli Serdang Eli nawari nasution. Sp. MM., Danramil gunung Meriah Kapten Kav. Sudirno, Camat Gunung Meriah Andri Yosi Ginting. SIP. Map, Kepala Desa Jajaran Kecamatan Gunung Meriah, Kapolsek Gunung Meriah AKP JM. Siregar, Kelompok Tani Sauhur I Desa Kuta Bayu Kec.Gunung Meriah dan tamu Undangan.



Kapolresta Deli Serdang menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang cita citakan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.


“Kegiatan penanaman bawang putih serentak ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2026,” ujar Kapolresta


Diharapkan pemanfaatan lahan produktif ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional sesuai dengan intruksi Bapak Presiden RI.


"Dengan semangat adanya kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah, Polri, kelompok tani dan masyarakat kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak Tahun 2026 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada bawang putih nasional" Tutup Kapolresta.(Leo/Amphibi).

Senin, 17 Agustus 2026

Meriahkan HUT RI Ke 81, KNTI Sumut Diketuai M.Isa Albasir Bersama Kapolres Pelabuhan Belawan Gelar Parade Sampan Nelayan

Belawan, Amphibi News - Dalam rangka turut memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke 81  Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Se-Sumatera Utara diketuai M.Isa Albasir  menggelar aksi serentak “Parade sampan” ratusan nelayan tradisional bersama Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aditya Sembiring SH dan TNI AL di perairan Belawan. Senin pagi (17/08/2026) hingga selesai pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan penuh makna disambut antusias masyarakat nelayan ini terlaksana atas kesadaran kalangan nelayan tergabung dalam KNTI Sumut dalam rangka turut memperingati sekaligus memeriahkan hari kemerdekaan RI yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa Indonesia apalagi sebagaimana diketahui nenek moyang kita adalah nelayan dan pelaut di negeri kepulauan NKRI.

Tampak ratusan sampan nelayan yang telah dihiasi ornamen bendera merah putih semangkin menambah semangat dalam memeriahkan HUT RI Ke 81 yang mana setiap tahunnya digelar KNTI.

Ketua DPW KNTI Sumut Medan, M Isa Albasir sekaligus kordinator aksi mengatakan, semoga di hari kemerdekaan ini masyarakat nelayan tradisional Sumut khususnya nelayan Belawan kota Medan agar lebih di perhatikan Pemerintah baik pusat provinsi bahkan kabupaten kota.

"Sering kita lihat kehidupan nelayan perlu peningkatan kesejahteraan bahkan kebijakan yang dibuat Presiden untuk masyarakat nelayan tradisional dinilai sudah sangat baik, baik itu sektor perikanan tangkap dan budidaya",Ujarnya.

Lebih lanjut ketua DPW KNTI Sumut menilai, Pemerintah juga sudah sangat serius untuk membangun kampung nelayan merah putih, 
Ini harus kita dukung penuh agar terjadi pemerataan bagi masyarakat nelayan yang mendapatkan program pemerintah yang namanya kita kenal sekarang KNMP

 Semoga Pemerintah lebih memperhatikan nasib nelayan karena masih banyaknya ilegal fishing bahkan kian merajalelanya aksi mereka di laut.

"Kita khawatir ini akan menjadi konflik berkepanjangan kalau tidak ada solusi dari Pemerintah pusat, provinsi maupun daerah.

"Terima kasih atas adanya peran serta dan dukungan baik dari masyarakat anggota dan pengurus KNTI Sumut, KPPI Medan, KPPMPI Medan serta diucapkan terimakasih kepada pak Kapolres Pelabuhan Belawan Aditya Sembiring,SH maupun personil TNI AL yang sangat mendukung aksi masyarakat nelayan tradisional kita dalam rangka turut memeriahkan HUT RI Ke 81, Merdeka...", Tutup M.Isa Albasir.(Leo/Amphibi).

Minggu, 16 Agustus 2026

AMPHIBI Pati Soroti Dampak Limbah Ekosistem Sungai Bulumanis Lor Tercemar, Kinerja DLH Dipertanyakan

Pati, Amphibi News - Lembaga Lingkungan Hidup Amphibi Pati mencermati adanya dugaan pencemaran sungai akibat limbah cair industri tapioka yang berlangsung bertahun-tahun telah menghancurkan ekosistem sungai di wilayah Bulumanis Lor kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa tengah. 

Aliran sungai yang bertahun-tahun telah berubah warna menjadi keruh hitam serta mengeluarkan aroma menyengat yang mengganggu aktivitas masyarakat pesisir sehari-hari.

Ketua DPD Amphibi Pati yang kerap disapa Edi menyampaikan, seharusnya setiap perusahaan yang melakukan usaha produksi dan menghasilkan limbah wajib mengelola limbahnya tanpa mencemari lingkungan, baik itu berupa limbah padat maupun limbah cair.

Limbah tapioka kaya akan kandungan bahan organik berserat tinggi dan senyawa sianida (HCN) alami dari singkong. Ketika dibuang langsung ke badan air tanpa pengolahan optimal melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), limbah tersebut memicu proses pembusukan alami yang menguras habis kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) di dalam air. Sehingga dapat mengakibatkan berbagai jenis ikan lokal dan biota air mati massal secara perlahan.

"Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati seharusnya memiliki data jumlah perusahaan yang beroperasi di sepanjang sungai di wilayah Bulumanis Lor kecamatan Margoyoso melalui tim Monitoring dan Evaluasi terkait pencemaran sungai melibatkan organisasi Lingkungan Hidup, serta melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha untuk melakukan pengolahan limbah sebelum di terbuang,"ungkap Edi.

Warga sekitar mengaku kondisi ini bukanlah masalah baru. Penurunan kualitas lingkungan hidup ini sudah dirasakan selama bertahun-tahun tanpa ada penyelesaian permanen dari pihak pengelola pabrik maupun tindakan tegas dari dinas terkait. 

"Sudah sangat memprihatikan, mendekat saja baunya sudah bikin mual. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun seolah-olah dibiarkan," ujar salah seorang warga Rt.01/01 Bulumanis Lor.

"Kami berharap Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati segera mengambil langkah konkret berupa audit lingkungan menyeluruh serta penegakan hukum tegas bagi para pelaku usaha industri yang tidak menjalankan himbauan dalam pengelolan limbah produksinya".

Jika dibiarkan tanpa pemulihan (bioremediasi), kerusakan ekosistem sungai ini berpotensi menjadi bencana ekologis permanen yang merugikan generasi mendatang," Ujar Edi.(Leo/Amphibi).