Selasa, 09 Desember 2025

Pasca Banjir, Jln Rusak Kapten Rahmadbuddin Perlu Perbaikan

Marelan, Amphibi News – Pasca banjir jalan besar Kapten Rahmadbuddin mengalami rusak parah alias Kupak- Kapik sangat sulit di lalui kenderaan bermotor.

Hal itu sesuai amatan terkini media online ini, Selasa (09/12/2025) tampak kondisi kerusakan badan jalan Kapten Rahmadbuddin sudah berlobang- lobang sangat membahayakan pengguna jalan.

Parahnya lagi sewaktu sore hari jalan rusak tersebut sangat menganggu sekali ditengah ramainya pasar kaget di pinggir jalan.

” Pemerintah harus segera tanggap untuk segera memperbaiki kondisi jalan rusak di Jalan Kapten Rahmadbuddin Marelan karena kondisi jalan rusak sudah menahun bahkan sudah banyak yang mengalami kecelakaan”, ungkap Irwan S Pane selaku tokoh Pers masyarakat Marelan.(Leo/red).

Peringati Hakordia, Pelindo Regional 1 Perkuat Budaya Antikorupsi

Medan, Amphibi News— Dalam semangat menjaga transparansi dan mewujudkan budaya kerja bersih, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Melalui pesan “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Pelindo Regional 1 menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan kerja yang bebas dari praktik korupsi serta mendorong seluruh insan kepelabuhanan untuk menjunjung tinggi etika profesi.

Momentum Hakordia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat penting bagi seluruh pegawai Pelindo Regional 1 agar tetap mengutamakan integritas dalam setiap proses pelayanan dan operasional kepelabuhanan. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya nasional yang melibatkan berbagai lembaga, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam memperkuat tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Executive Director 1 Regional 1, Jonedi Ramli menegaskan bahwa peringatan Hakordia menjadi momentum strategis bagi Pelindo dalam menanamkan nilai-nilai integritas secara lebih kuat di internal perusahaan. “Kami ingin memastikan setiap insan Pelindo memahami bahwa integritas adalah landasan utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hakordia bukan hanya simbol, tetapi pengingat bagi kita semua untuk bekerja secara transparan, profesional, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan negara,” ujar Jonedi. 

Ia menambahkan bahwa Pelindo Regional 1 juga terus mendorong langkah-langkah preventif melalui penguatan sistem pengawasan internal, peningkatan literasi antikorupsi, serta penerapan standar operasional yang lebih ketat di seluruh lini pelayanan. “Semangat ini harus dijaga bersama. Tanpa integritas, kemajuan perusahaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik tidak mungkin tercapai,” lanjutnya.

Dengan semangat Hakordia 2025, Pelindo Regional 1 berharap seluruh pegawai dapat menjadi contoh nyata dalam mempraktikkan nilai antikorupsi dan membangun lingkungan kerja yang berintegritas, sehingga industri kepelabuhanan Indonesia semakin maju, bersih, dan berdaya saing.(Leo- Amphibi).

Minggu, 07 Desember 2025

Direktur Keuangan dan Direktur Operasi Pelindo Tinjau Pelabuhan Belawan untuk Penguatan Layanan dan Efisiensi Operasional

Belawan, Amphibi News – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melakukan serangkaian kunjungan kerja Direksi ke Pelabuhan Belawan, Regional 1, dalam upaya memperkuat kinerja operasional dan meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan.

Kunjungan Direktur Keuangan pada 4 November 2025 difokuskan pada evaluasi pengelolaan aset dan efektivitas pemanfaatan fasilitas pelabuhan sebagai langkah untuk memperkuat efisiensi keuangan dan mendukung keberlanjutan operasional.

Sementara itu, pada 5 November 2025, Direktur Operasi meninjau langsung kegiatan operasional di terminal dan area pelayanan kapal. Peninjauan ini bertujuan memastikan kelancaran arus logistik dan optimalisasi pelayanan kepada pengguna jasa.

Kedua kunjungan tersebut diterima oleh Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, bersama jajaran manajemen.

Kunjungan Direksi menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap peningkatan kinerja operasional di Pelabuhan Belawan. Arahan yang diberikan akan menjadi dasar kami untuk terus memperkuat pelayanan dan efisiensi operasional,” ujar Yusrizal.


Melalui kunjungan kerja ini, Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan pelabuhan yang efisien, handal, dan berstandar internasional, guna mendukung kelancaran arus logistik nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.(Leo/Blw).

Selamat & Sukses Farianda Putra Sinik Terpilih Ketua Umum BM-3 Sumut 2025-2030

Medan - Amphibi News - H.Farianda Putra Sinik, SE terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM-3) Sumatera Utara periode 2025-2030. 

Pemilihan berlangsung dalam Musyawarah Besar (Mubes) VIII BM-3 yang digelar di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Utara di Jalan Ngalengko No.1 Medan, Minggu (7/12).

Dalam Mubes yang berjalan lancar tersebut, Ketua Steering Committee (SC) Mubes VIII BM-3 Ir H Besri Nazir, MM didampingi Ketua Organizing Comittee (OC) Assoc. Prof. Dr. H. Yohny Anwar, MM, MH menjelaskan bahwa Farianda Putra Sinik merupakan calon tunggal, karena tidak ada tokoh lain yang muncul sampai batas akhir masa pendaftaran yang dibuka panitia hingga 30 November 2025.

Karena itu, Farianda yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara itu menjadi satu-satunya figur yang bersedia untuk dicalonkan, dan sesuai ketentuan yang ada akhirnya terpilih secara aklamasi untuk memimpin BM-3 Sumut periode 2025-2030.

Farianda ditetapkan sebagai Ketua Umum BM-3 Sumut periode 2025-2030 pada sidang pleno keempat yang dipimpin Rafdinal, SSos, MAP.

Farianda yang juga Ketua Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Sumut itu sekaligus ditunjuk sebagai ketua tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan baru.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumut, Mulyono, ST, MSi mengapresiasi pelaksanaan Mubes VIII BM-3.

Ia berharap ajang Mubes tersebut mampu melahirkan keputusan-keputusan, program-program, dan kepengurusan yang mampu berjalan selaras dengan perkembangan zaman.

Ia mengakui keberadaan masyarakat Minang di Sumut selama ini telah memberi dampak positif bagi pembangunan di Provinsi Sumut, terutama di bidang ekonomi.

"Filosofi 'Adat basandi syara, syara basandi Kitabullah' yang menjadi pedoman hidup masyarakat Minang, serta etos kerja yang luar biasa juga mampu memberi warna tersendiri bagi kehidupan masyarakat Sumut yang heterogen namun kaya akan nilai-nilai kebersamaan," ujarnya.

Pada kesempatan itu Mulyono yang juga "urang sumando" karena istrinya yang suku Jambak  mengajak masyarakat Minang untuk ikut bersama bahu membahu membangun Sumut yang lebih sejahtera.

Ketua Umum BM-3 Sumut H Syahruddin Ali, SH, MSi ketika memberi kata sambutan mengaku bersyukur karena mubes kali ini dihadiri oleh 14 dari 15 perkumpulan orang Minang yang ada di Sumut, termasuk para pengurus BM-3 dari Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara.

Terkait keberadaan calon tunggal, ia justru menilai hal itu bagus dan akan membuat pelaksanaan mubes berjalan lebih lancar, karena peserta tinggal  menetapkan Farianda yang juga Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara itu menjadi Ketua Umum BM-3 Sumut secara aklamasi.

Sementara Ketua Umum BM-3 Sumut terpilih, H Farianda Putra Sinik, SE mengatakan tugas pertamanya sebagai Ketua Umum adalah menghimpun organisasi-organisasi serta perkumpulan-perkumpulan masyarakat Minang yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Menurut dia, potensi masyarakat Minang di Sumut sangat besar dan selama ini belum sepenuhnya bersatu.

"Saatnya kini semua potensi yang ada itu kita konsolidasikan dan bersinergi menjadi kekuatan yang besar serta bersama-sama kita memberi manfaat yang luar biasa bagi para perantau Minang yang ada di Sumut ini. 'Basamo mangko manjadi'," kata Farianda yang juga pemilik Harian Medan Pos.

Pada acara Mubes BM3 Sumut ini ditampilkan seni budaya Minang berupa Silek Song Song diiringi dengan TambuaTansa dan Tari Piring yang dibawakan oleh generasi muda Minang.
Dan menurut pengamatan wartawan Media ini yang juga sebagai panitia dan peserta Mubes BM3, acara berjalan tertib dan lancar dan diakhiri dengan berfoto. (Leo/Amphibi)

AMPHIBI Sumbar Salurkan Bantuan dan Bantu Pemulihan Pasca Galodo di Malalo Tanah Datar

TANAH DATAR, Amphibi News — Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (Amphibi) Wilayah Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan dan kemanusiaan. Organisasi ini menyalurkan bantuan untuk korban terdampak banjir bandang (galodo) yang menerjang kawasan Malalo Tigo Jurai, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar.
Bencana galodo yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan parah di sejumlah titik. Aliran banjir membawa material lumpur, kayu, hingga batu besar, menghancurkan rumah warga, fasilitas umum, serta lahan pertanian. Sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan masih bertahan di posko pengungsian menunggu pemulihan daerah terdampak.

Penggalangan Dana Publik
Bantuan yang disalurkan Amphibi berasal dari hasil penggalangan donasi publik selama kurang lebih satu pekan. Dukungan datang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari bantuan berupa uang tunai, bahan kebutuhan pokok, perlengkapan logistik, hingga pakaian layak pakai.
Ketua Amphibi Sumbar, Lingga Ananda, memimpin langsung penyaluran ke lokasi terdampak pada Sabtu (06/12/2025). Ia didampingi Wakil Ketua Yanti Dewi Murni, Sekretaris Wilayah Roni Pasla, Bendahara Lili Fatmah, jajaran DPD Amphibi Tanah Datar, serta simpatisan dan relawan.
“Ini bentuk solidaritas kita terhadap saudara-saudara di Malalo. Bantuan ini bukan hanya materi, tetapi wujud empati dan kebersamaan agar mereka tidak merasa sendiri,” ujar Lingga.

Distribusi Bantuan ke Posko dan Warga Terdampak
Tahap pertama distribusi dilakukan di Posko Bencana Guest House Tambasa. Amphibi menyerahkan logistik dan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Dusun Muaro Ambius, Kenagarian Guguak Malalo — salah satu titik yang mengalami dampak terparah. AMPHIBI menggandeng Laskar Merah Putih (LMP) Sumbar dan LSM QBar untuk mempercepat penyaluran dan pemetaan kebutuhan mendesak warga.
Di lokasi tersebut, relawan menyalurkan bantuan langsung kepada warga dan Posko 05 Muaro Ambius. Mereka juga membantu pembersihan rumah-rumah warga yang masih dipenuhi lumpur tebal serta material dari hulu sungai.
“Banyak warga yang masih syok. Rumahnya rusak, aktivitas harian lumpuh. Kehadiran relawan seperti ini yang sangat mereka butuhkan,” kata salah seorang relawan setempat.

Harapan Bagi Pemulihan Jangka Panjang
Selain bantuan logistik, Amphibi menegaskan dukungan jangka panjang untuk pemulihan ekosistem pascabencana dan edukasi mitigasi bencana lingkungan. Mereka menilai faktor kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) harus menjadi perhatian utama pemerintah dan semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pemulihan psikologis, hunian, dan lingkungan harus berjalan bersamaan. Kita berharap pemerintah daerah dan masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras,” ungkap Lingga.
Amphibi juga mengajak masyarakat untuk tetap peduli dan tidak berhenti membantu hingga para korban benar-benar pulih.
“Semoga musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjaga alam, karena alam pasti memberi dampak saat kita mengabaikannya,” katanya.

Tentang Bencana Galodo Malalo
Banjir bandang yang dikenal sebagai galodo ini dipicu curah hujan tinggi di kawasan perbukitan yang mengelilingi Danau Singkarak. Material dari lereng ikut terbawa arus sungai sehingga memperparah kerusakan. Sejumlah rumah dilaporkan hanyut, akses transportasi terputus, dan ratusan warga terdampak harus mengungsi.(Leo/Amphibi)..

AMPHIBI Tukar Sampah Plastik Bermerk Dengan Produk Makanan dan Minuman di DLHK Sumut

Medan - Amphibi.web.id // Tiada kata lelah untuk menghadirkan solusi, Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (AMPHIBI) kembali melaksanakan kegiatan penukaran sampah plastik di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) provinsi Sumut sebagai tindak lanjut kolaborasi bersama Produsen.

Kegiatan positif dan  bermanfaat ini telah dilaksanakan sebelumnya oleh segenap kepengurusan dan anggota AMPHIBI Se Sumatera Utara dalam aksi penukaran sampah plastik bermerk.
Sebelum penukaran, dilakukan penimbangan jumlah berat sampah plastik yang akan ditukarkan tersebut.

Sebanyak 1 mobil yang diperkirakan 200 kg sampah plastik berbagai merk yang telah dikemas dalam karung di bawa ke DLHK provinsi Sumut, pada Kamis (04/12/2025).

Pada kesempatan tersebut, Ketum AMPHIBI Agus Salim Tanjung So, Si, Ch (AST) mengatakan , kegiatan aksi penukaran sampah plastik bermerk dengan produk makanan dan minuman merupakan bentuk Kolaborasi AMPHIBI bersama DLHK provinsi Sumut dan Produsen dalam rangka solusi mengatasi permasalahan sampah plastik bermerk yang mengacu pada Permen LHK no.75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Sampah Produsen.

"Lanjut AST dimana persoalan sampah plastik yang selama ini sudah sangat mengkhwatirkan mencemari lingkungan hidup, maka kita lakukan sosialisasi dengan perusahaan (produsen) dengan penukaran 10 plastik kemasan kosong dengan 1 produk.
Contoh nya 10 botol kemasan air mineral kosong ditukar dengan 1 botol air mineral isi.
Begitu seterusnya dengan produk bermerk lainnya, "papar AST.

Dengan adanya peran serta masyarakat bersama Pemerintah, stakeholder dan produsen inilah diharapkan menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan sampah khususnya sampah plastik bermerk, ucap AST.

" Program ini akan terus berlanjut dengan satu tujuan untuk mengatasi permasalahan sampah plastik dalam turut menjaga pelestarian lingkungan hidup", tutup AST.
(red-amphibi).

Pasca Banjir Bandang Sumbar, AMPHIBI Sumbar Salurkan Bantuan Sembako dan Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak


TANAH DATAR — Awan Pers.cm //Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (Amphibi) Wilayah Sumatera Barat kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi lingkungan dan kemanusiaan. 
Organisasi Lingkungan ini menyalurkan bantuan untuk korban terdampak banjir bandang (galodo) yang menerjang kawasan Malalo Tigo Jurai, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat.
Bencana galodo yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan parah di sejumlah titik. 
Aliran banjir membawa material lumpur, kayu, hingga batu besar, menghancurkan rumah warga, fasilitas umum, serta lahan pertanian. 
Sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan masih bertahan di posko pengungsian menunggu pemulihan daerah terdampak.

Penggalangan Dana Publik
Bantuan yang disalurkan Amphibi berasal dari hasil penggalangan donasi publik selama kurang lebih satu pekan. Dukungan datang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari bantuan berupa uang tunai, bahan kebutuhan pokok, perlengkapan logistik, hingga pakaian layak pakai.

Ketua Amphibi Sumbar, Lingga Ananda, memimpin langsung penyaluran ke lokasi terdampak pada Sabtu (06/12/2025). Ia didampingi Wakil Ketua Yanti Dewi Murni, Sekretaris Wilayah Roni Pasla, Bendahara Lili Fatmah, jajaran DPD Amphibi Tanah Datar, serta simpatisan dan relawan.
“Ini bentuk solidaritas kita terhadap saudara-saudara di Malalo. 
"Bantuan ini bukan hanya materi, tetapi wujud empati dan kebersamaan agar mereka tidak merasa sendiri,” ujar Lingga.

Distribusi Bantuan ke Posko dan Warga Terdampak
Tahap pertama distribusi dilakukan di Posko Bencana Guest House Tambasa. 
Amphibi menyerahkan logistik dan paket sembako untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Dusun Muaro Ambius, Kenagarian Guguak Malalo — salah satu titik yang mengalami dampak terparah. 
AMPHIBI menggandeng Laskar Merah Putih (LMP) Sumbar dan LSM QBar untuk mempercepat penyaluran dan pemetaan kebutuhan mendesak warga.
Di lokasi tersebut, relawan menyalurkan bantuan langsung kepada warga dan Posko 05 Muaro Ambius. Mereka juga membantu pembersihan rumah-rumah warga yang masih dipenuhi lumpur tebal serta material dari hulu sungai.
“Banyak warga yang masih syok. Rumahnya rusak, aktivitas harian lumpuh. Kehadiran relawan seperti ini yang sangat mereka butuhkan,” kata salah seorang relawan setempat.

Harapan Bagi Pemulihan Jangka Panjang

Selain bantuan logistik, Amphibi menegaskan dukungan jangka panjang untuk pemulihan ekosistem pascabencana dan edukasi mitigasi bencana lingkungan. Mereka menilai faktor kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) harus menjadi perhatian utama pemerintah dan semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang.
“Pemulihan psikologis, hunian, dan lingkungan harus berjalan bersamaan. Kita berharap pemerintah daerah dan masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras,” ungkap Lingga.

Amphibi juga mengajak masyarakat untuk tetap peduli dan tidak berhenti membantu hingga para korban benar-benar pulih.

“Semoga musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjaga alam, karena alam pasti memberi dampak saat kita mengabaikannya,” katanya.

Tentang Bencana Galodo Malalo
Banjir bandang yang dikenal sebagai galodo ini dipicu curah hujan tinggi di kawasan perbukitan yang mengelilingi Danau Singkarak. 
Material dari lereng ikut terbawa arus sungai sehingga memperparah kerusakan. Sejumlah rumah dilaporkan hanyut, akses transportasi terputus, dan ratusan warga terdampak harus mengungsi.
(red-amphibi)