TANAH DATAR, Amphibi News — Tangis haru seorang ibu pecah saat menerima bantuan dari relawan. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduhnya kini hanya menyisakan dinding yang nyaris roboh dan lumpur setinggi lutut. “Kami benar-benar tidak tahu harus memulai dari mana,” ucapnya dengan suara terbata.
Kisah ini menjadi salah satu potret luka warga Malalo Tigo Jurai, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, usai dihantam banjir bandang (galodo) beberapa waktu lalu.
Melihat kondisi tersebut, Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (Amphibi) Wilayah Sumatera Barat datang tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga pelukan kekuatan dan empati.
Relawan Sisir Titik Terparah
Pada Sabtu (06/12/2025), Ketua Amphibi Sumbar, Lingga Ananda, memimpin langsung rombongan relawan menuju Dusun Muaro Ambius yang menjadi salah satu titik kerusakan terparah. Mereka menyalurkan bantuan berupa pangan, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan mendesak lainnya.
Rombongan juga menggandeng Laskar Merah Putih (LMP) Sumbar dan LSM QBar untuk memaksimalkan evakuasi material dan pemulihan rumah warga.
“Kami turun langsung karena kami ingin melihat dan merasakan apa yang mereka rasakan. Semoga bantuan dan tenaga ini menjadi penyemangat untuk bangkit,” ujar Lingga.
Harapan di Tengah Puing
Selain menyerahkan bantuan di Posko Tambasa dan Posko 05 Muaro Ambius, relawan ikut membantu membersihkan rumah yang tertimbun lumpur, mengembalikan barang warga yang masih bisa diselamatkan, hingga menghibur anak-anak yang terdampak.
Wakil Ketua Amphibi Sumbar, Yanti Dewi Murni, menuturkan bahwa banyak anak mengalami trauma karena melihat banjir besar datang tiba-tiba dari arah bukit.
“Trauma mereka lebih dalam dari yang kita bayangkan. Kami berusaha menciptakan suasana yang membuat mereka merasa aman,” ujarnya.
Bagi sebagian warga, bantuan dan perhatian para relawan menjadi energi baru untuk mulai menata hidup yang porak-poranda.
Pelajaran dari Alam
Sekretaris Wilayah Amphibi Sumbar, Roni Pasla, menekankan bahwa pemulihan lingkungan harus berjalan seiring dengan pemulihan kehidupan warga.
“Galodo bukan hanya bencana, namun sinyal keras dari alam. Kita harus memperbaiki hulu dan DAS untuk masa depan Malalo,” katanya.
Amphibi memastikan akan terus hadir dalam pendampingan, terutama dalam upaya konservasi lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.
Solidaritas yang Menguatkan
Bantuan yang disalurkan berasal dari donasi masyarakat selama satu minggu. Ketulusan dukungan publik tersebut menjadi bukti bahwa empati tidak mengenal jarak.
Ketua Amphibi Sumbar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan ini.
“Kita mungkin tidak bisa menghapus luka sepenuhnya, tapi kita bisa memastikan mereka tidak menghadapinya sendirian,” tutur Lingga.(Leo/Red).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar